Nasional

Mensos Larang Keras KKN, Titipan, Maupun Suap-menyuap dalam Proses Penentuan Siswa SR

39views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.id – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa kriteria siswa yang dapat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat harus berasal dari keluarga paling tidak mampu yang tercatat dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Dialog Siswa Sekolah Rakyat dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Bersama Menteri Sosial RI di Sekolah Rakyat Terintegrasi Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026).

Dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb ini, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka, melainkan melalui proses penjangkauan yang ketat.

“Yang menjangkau adalah para pendamping PKH, dibantu oleh tim sosial tempat, dibantu oleh BPS (Badan Pusat Statistik), dibantu oleh tokoh-tokoh sekitar ada TNI, ada Polri, setelah itu diplenokan,” ujar Mensos.

Setelah seluruh pihak menyepakati bahwa calon siswa telah memenuhi syarat, data tersebut harus ditandatangani oleh kepala daerah setempat, baik Bupati, Wali Kota, maupun Gubernur, sebelum anak tersebut resmi diterima menjadi siswa Sekolah Rakyat.

“Jadi, siapa yang sekolah di Sekolah Rakyat, ini telah melalui proses penjangkauan, bukan pendaftaran. Tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa seluruh proses seleksi yang panjang ini dilakukan secara transparan dan dipantau oleh semua pihak. Mensos melarang keras adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), titipan, maupun suap-menyuap dalam proses penentuan siswa.

Setiap Siswa Memiliki Data Profil dan Penanggung Jawab

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menekankan bahwa setiap siswa yang masuk ke Sekolah Rakyat memiliki profil data yang terekam dengan sangat detail serta memiliki penanggung jawab masing-masing.

“Perlu saya tegaskan setiap siswa ada penanggung jawabnya. Dari awal telah tercatat dengan baik, datanya terekam dengan baik. Siapa orang tuanya, asetnya seperti apa, penghasilannya seperti apa,” kata Mensos di hadapan Wakil Bupati dan para hadirin.

Untuk membuktikannya, Mensos langsung mengecek akurasi data salah satu siswa bernama Ghazy Ghalibie yang bertugas menjadi pembawa acara (MC) dalam acara tersebut. Dalam profil yang ditampilkan, tercatat secara rinci latar belakang keluarga Ghazy, termasuk catatan dari petugas pendamping PKH yang menjangkaunya.

Ghazy, yang berasal dari Kota Bandung dan sudah menempuh pendidikan selama lebih dari satu tahun di Sekolah Rakyat, membenarkan validitas data tersebut. Di hadapan Mensos, Ghazy juga menceritakan pengalamannya mendapatkan fasilitas penuh, mulai dari makan tiga kali sehari, camilan dua kali sehari, hingga jadwal kedisiplinan yang teratur dari bangun pukul 03.30 pagi hingga tidur pukul 21.00 malam.

Siswa yang menyukai bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) tersebut mengaku merasakan dampak yang sangat besar, terutama pada perkembangan diri dan fasilitas penunjang yang diberikan oleh Sekolah Rakyat.(Ads)

Leave a Response