Bandung Raya

Mahasiswa Fikom Unisba Raih Juara Harapan 1 di Karni Ilyas Award 2025, Video tentang Media Cetak Tayang di Tv One

181views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Prestasi nasional kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba). Melalui karya video feature jurnalistik berjudul “Kiamat Media Cetak: Eksistensi Koran di Tengah Transisi Media Digital”, mereka sukses meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Lomba Karya Visual Jurnalistik Mahasiswa Indonesia – Karni Ilyas Award 2025.

Tak hanya memperoleh penghargaan, karya tersebut juga ditayangkan secara langsung di Tv One pada Sabtu (14/2), menandai pengakuan atas kualitas produksi mahasiswa di tingkat nasional.

Video feature ini mengangkat tema transformasi media, khususnya tantangan yang dihadapi media cetak di tengah percepatan digitalisasi. Dengan pendekatan visual yang kuat serta analisis yang kritis, tim produksi menampilkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih mengandalkan media digital.

Karya tersebut juga merekam realitas perjuangan industri koran yang semakin terdesak oleh perkembangan teknologi dan pergeseran preferensi publik dalam mengakses berita.

Video ini diproduksi oleh A2G Production, tim yang beranggotakan sepuluh mahasiswa Fikom Unisba dengan pembagian tugas yang terstruktur. Mereka adalah Rafid Aiman Nabil (Asisten Produser), Dwina Ayu Ninggias (Pengarah Acara), Syntia Rahayu (Kreatif), Muhammad Chaidar Syaddad (Penata Gambar), Ahmad Fauzi Al-Mubarok (Penata Cahaya), Mariatul Qibtiyah (Penata Suara), Daffa Sumarlan (Grafis), Moch. Arsyal Raffa G. (Penyunting), Aditya Salmeiyanri (Logistik), serta Melinda sebagai Narator.

Rafid menjelaskan bahwa ide pembuatan video berangkat dari pengamatan terhadap fenomena transisi media. Menurutnya, koran kini tidak lagi menjadi sumber utama masyarakat dalam mendapatkan informasi.

“Kami melihat adanya perubahan besar dalam cara publik mengakses berita. Kecepatan dan kemudahan media digital perlahan menggantikan posisi media cetak. Dari situ, kami terdorong untuk mendokumentasikan fenomena ini secara visual,” ungkapnya.

Dalam proses produksi, tim menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama saat pengambilan gambar di percetakan koran pada malam hingga dini hari. Proses syuting berlangsung dari pukul 21.00 hingga sekitar 03.00 pagi.

Kondisi fisik yang menurun, keterbatasan waktu, serta tuntutan menjaga kualitas visual menjadi ujian tersendiri. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkuat disiplin dan solidaritas tim.

Berawal dari Tugas Kuliah

Menariknya, video ini awalnya merupakan tugas akhir kelompok (UAS) pada Mata Kuliah Manajemen dan Produksi Televisi. Namun di luar dugaan, karya tersebut berhasil melaju hingga menjadi finalis dan meraih penghargaan nasional.

“Kami tidak menyangka tugas akademik ini bisa menembus kompetisi nasional dan meraih penghargaan. Ini membuktikan bahwa karya dari ruang perkuliahan mampu bersaing di level profesional,” tutur Rafid.

Dosen pengampu mata kuliah, Firmansyah, S.I.Kom., M.Si., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa pembelajaran di Fikom Unisba tidak hanya berfokus pada pemahaman materi dan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan analisis serta pembentukan mental kompetitif mahasiswa.

“Mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang layak tayang, berkualitas, dan bermanfaat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi, baik secara akademik maupun dalam pengembangan minat dan bakat,” ujarnya.

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa Fikom Unisba mampu menghadirkan karya jurnalistik visual yang relevan dengan isu kontemporer serta kompetitif di tingkat nasional.(ask)***

Leave a Response