
Ditulis Oleh: H. Iding Mashudis
Tanggal: 8 Desember 2025
BANDUNGPOS ID.
Di penghujung tahun ini, kita seakan dibangunkan oleh serangkaian musibah yang datang tanpa jeda. Langit seperti menyimpan banyak cerita pilu, dan bumi menjadi saksi bisu atas berbagai kehilangan yang menyesakkan dada.
Ada keluarga yang tiba-tiba kehilangan tempat bersandar. Ada wajah-wajah yang menahan tangis saat kenyataan memukul lebih keras dari dugaan. Ada hati yang berjuang diam-diam, mencoba tetap kuat meski dunia terasa goyah. Tahun ini mengajarkan betapa rapuhnya hidup, sekaligus betapa berharganya setiap momen yang masih kita miliki.
Karena itu, terasa janggal jika pergantian tahun hanya disambut dengan hiruk-pikuk pesta. Bukan bahagianya yang salah, tetapi kita diminta untuk lebih peka—bahwa banyak saudara kita sedang belajar berdiri kembali dari reruntuhan cobaan.
Di tengah hiruk pikuk dunia, barangkali inilah saat terbaik untuk berhenti sejenak. Menundukkan kepala, meraba kembali hati yang mungkin selama ini terlalu sibuk berlari. Mengingat setiap kebaikan kecil, setiap langkah yang pernah meleset, dan setiap syukur yang mungkin terlewat.
Introspeksi bukanlah tentang mengungkit luka lama, melainkan mengakui bahwa diri kita butuh dituntun, butuh diperhalus, butuh diperbaiki. Ini adalah waktu untuk bertanya dengan tulus: Sudahkah saya menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri? Sudahkah aku menjadi cahaya bagi orang lain?
Tahun baru bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan lembut agar kita melangkah lebih bijak, lebih tenang, lebih manusiawi. Bahwa kita perlu menjalani hidup bukan hanya dengan keinginan, tetapi dengan kesadaran dan empati.
Mari menjadikan pergantian tahun ini sebagai ruang muhasabah. Tempat hati untuk kembali sejenak, mengatur ulang niat, dan memulai langkah baru dengan harapan yang lebih matang dan doa yang lebih dalam. Semoga Tuhan memeluk setiap lelah kita, menguatkan setiap langkah kita, dan memberkahi setiap niat baik yang kita bawa menuju tahun yang baru.





