Kajian Rutin Bulanan Di Masjid Al-Falah Sinarjaya Bahas Makna Islam, Iman, Dan Ihsan Hingga Ikhlas Terima Takdir

KAB. BANDUNG BARAT, Bandungpos.Id – Kegiatan pengajian rutin bulanan yang digelar di Masjid Al-Falah Sinarjaya, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung dengan penuh kekhusyukan pada Minggu (12/4/2026). Acara ini berhasil menyatukan ratusan jamaah dalam rangka memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkokoh ikatan ukhuwah Islamiyah.

Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan doa tawasul dan lantunan shalawat nabi yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muslim Ginan Al-Ghifari. Rangkaian pembukaan ini berhasil menciptakan suasana religius yang sangat tenang, damai, dan mendalam, sehingga mempersiapkan hati para jamaah untuk menerima ilmu yang akan disampaikan.
Usai sesi pembukaan, giliran Ustadz Hasanudin Bunyamin yang menyampaikan materi mengenai dasar-dasar agama dengan Merujuk pada Hadis Jibril. Dalam pemaparannya, ia menguraikan tiga tingkatan utama dalam keislaman, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan sebagai fondasi utama dalam beribadah.

Ustadz Hasanudin Bunyamin menjelaskan bahwa Islam mencakup seluruh amalan lahiriah yang tampak dalam perbuatan, sedangkan Iman berkaitan erat dengan keyakinan yang tertanam kokoh di dalam hati. Lebih jauh lagi, ia menegaskan bahwa Ihsan merupakan tingkatan tertinggi dalam beribadah, di mana seorang hamba selalu merasa didekati oleh Allah SWT dalam setiap gerak langkahnya.
Memasuki sesi inti kajian, materi selanjutnya disampaikan oleh KH.Rd. Muhamad Hariri, AA., MA. yang membahas tuntas dari Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari. Beliau mengangkat tema besar tentang ketundukan manusia terhadap ketetapan Ilahi, yakni bahwa manusia tidak memiliki kuasa untuk melawan takdir Tuhan.
Dalam perspektif tasawuf yang dikemukakan, KH. Muhamad Hariri menegaskan bahwa segala ketentuan Allah SWT bersifat mutlak dan tidak dapat dielakkan. Manusia hanya diberi kewajiban untuk berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin, namun hasil akhir dan keputusan mutlak tetap berada di tangan Sang Pencipta.
Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya menanamkan sikap tawakal yang benar, kesabaran yang luas, serta keridhaan terhadap segala ketetapan-Nya. Sikap inilah yang menjadi kunci utama ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai ujian dan dinamika kehidupan dunia.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan agar seluruh jamaah dapat membawa pemahaman yang utuh, mulai dari dasar ajaran hingga pendalaman makna spiritual. Harapannya, ilmu yang didapat dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih bijaksana, ikhlas, dan senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. ( ask/Id )”””





