Uncategorized

Jurnalis Independen Bersatu Laksanakan Studi Banding Ke Mangle Pusat Budaya Sunda Unpad

56views

KOTA BANDUNG, Bandungpos Id, – Dalam rangka puncak Bulan Media Massa sekaligus rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional 2026, Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu melaksanakan studi banding ke Majalah Sunda Mangle yang diterbitkan oleh Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad).

Tim studi banding yang dipimpin oleh Dwi Arifin, Kepala Pusat Pengembangan Relasi Media Massa organisasi tersebut, bersama Yadi Karyadipura (Staf Ahli Pelestarian Bahasa Daerah) dan Subina Fikri (Staf Ahli Bahasa Asing), disambut langsung oleh Dewan Redaksi Majalah Mangle yang diwakili oleh Dr. Dian Hendrayana, S.S., M.Pd.

Sebagai redaktur yang telah puluhan tahun berpengalaman di berbagai jenis media massa – meliputi televisi, koran, radio, dan media cetak berbahasa Sunda – sekaligus dosen bahasa Sunda di perguruan tinggi negeri Kota Bandung, Dr. Dian Hendrayana membagikan strategi intelektual untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas terbaik.

Menurut beliau, proses penciptaan konten jurnalistik yang mumpuni melibatkan beberapa tahapan krusial: menyusun ragam pertanyaan untuk narasumber, mengumpulkan perspektif dari berbagai sudut pandang, melakukan analisis perbandingan referensi untuk merumuskan dasar yang paling kokoh, memanfaatkan inovasi teknologi terkini, serta mengedepankan kolaborasi sinergis antara redaktur dan wartawan di lapangan dalam melengkapi informasi. Selain itu, independensi di ruang redaksi menjadi pijakan fundamental dalam menetapkan arah pemberitaan yang kredibel.

“Indikator karya jurnalistik yang berkualitas terbaik dapat dilihat dari dominasi segmen pembaca yang tepat, karisma gaya penulisan yang mendalam, serta kontribusi makna atau manfaat informasi secara jangka panjang bagi publik,” jelasnya dalam sesi interaktif bersama perwakilan jurnalis dari koran, radio, dan majalah berbahasa daerah di ruang kerjanya pada hari ini (3/3/2026).

Majalah Sunda Mangle, yang kini menjadi bagian dari Pusat Budaya Sunda Unpad, hadir sebagai referensi utama bagi masyarakat Sunda di Indonesia dan menjadi kebanggaan suku tersebut. Sejak pengalihan pengelolaan, tercatat berbagai perubahan signifikan pada isi dan tampilan majalah, yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas bahan bacaan serta memperluas jangkauan pembaca. Menutup kegiatan, Dwi Arifin mengucapkan terima kasih atas ilmu yang dibagikan dan menjelaskan bahwa studi banding ini – yang juga mencakup kunjungan ke media berbasis keagamaan dan bahasa Jawa – bertujuan untuk menyusun referensi terbaik bagi pengembangan pengelolaan media massa di masa depan. (Ask/Id)***

Leave a Response