
Oleh: Ridhazia
PERSIB Bandung tetap kukuh di puncak klasemen Super League 2025/2026 usai mengalahkan Malut United, Jumat (6/2) malam.
Tampilan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api kali ini membuktikan skuad Maung Bandung bermain “sabubukna” sejak menit awal hingga menit terakhir efektif merendam Gustafo Franca Cs membobol gawang Tejakusuma.
Filosofi Sabubukna
Secara harfiah bubuk adalah bahan padat yang dihaluskan sehingga berbentuk partikel-partikel kecil dan kering hasil penumpukan.
Meski begitu halus lazim membentuk suatu massa yang lebih besar dan padat, melambangkan kumpulan partikel yang mengarah pada satu bentuk yang terfokus.
Dalam bahasa Sunda kata “sabubukna” menjadi ungkapan idiomatik yang mengandung makna bertarung, berjuang, atau berusaha dengan sekuat tenaga, tanpa kenal lelah tanpa menyerah sama sekali.
Secara harfiah, ungkapan ini lebih menekankan intensitas dan keseriusan. Suatu komitmen penuh, tekad dan semangat luar biasa mencapai tujuan yang diinginkan dimana kegagalan bukan pilihan.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.




