
KAB. BANDUNG. BANDUNGPOS ID.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melalui unggahan di akun media sosial resminya, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya tiga warga dalam musibah longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Dalam unggahan itu, KDM membuka pernyataannya dengan salam dan ucapan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga korban, Sabtu (6/12/25).
Dalam keterangannya, KDM menjelaskan bahwa longsor terjadi setelah material tanah dari kawasan perbukitan ambruk dan menimpa tiga rumah warga. Ia menyoroti bahwa berkurangnya pohon pelindung serta hilangnya tanaman keras di area perbukitan berpotensi kuat memicu bencana tersebut. Menurut Gubernur, kondisi ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih menjaga kelestarian alam dan mencegah degradasi lingkungan.
Sebagai wujud kepedulian, KDM memastikan bahwa masing-masing keluarga korban akan menerima bantuan Rp50 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia juga menegaskan bahwa warga yang tinggal di zona rawan harus segera direlokasi ke area yang lebih aman. Pemerintah desa diminta menyiapkan lahan pengganti, sementara proses pembelian lahan akan didukung penuh oleh Pemprov Jabar demi menjamin keselamatan warga.
Lewat medsosnya, KDM juga mengajak warga Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian lingkungan, khususnya pada musim hujan. Ia mengimbau masyarakat untuk menanam pohon pelindung di sekitar pemukiman dan kebun, serta menghindari penebangan pohon dan alih fungsi lahan di perbukitan. Ia menambahkan bahwa aktivitas pertanian di lereng curam perlu dievaluasi karena dapat memperbesar potensi longsor dan meningkatkan sedimentasi di aliran Sungai Citarum.
Menutup pernyataannya, Gubernur Dedi Mulyadi mengajak masyarakat menjadikan musibah ini sebagai pelajaran penting dalam memulihkan fungsi alam dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ia kembali menyampaikan doa dan dukacita kepada keluarga korban, seraya berharap mereka diberi kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini. (Iding/BNN)





