Gebyar Undian Tabungan Harmoni Plus, Ali Syakieb: Budaya Nabung Pondasi Penting Ketahanan Ekonomi Keluarga

KAB BANDUNG, Bandungpos.id – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, mengatakan, budaya menabung merupakan pondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Kebiasaan menabung akan tumbuh dalam perencanaan keuangan yang lebih baik, peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kalau kita berbicara masalah ekonomi masyarakat di Jawa Barat, banyak sekali permasalahan dan hampir menyeluruh, yaitu kaitan dengan bank emok. Yang kadang-kadang bank emok gitu kan: “saya berjanji”. Nah ini kalau bahasa Sundanya banyak terbelit masalah utang di masyarakat,” kata Ali Syakieb.
Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat menghadiri Gebyar Pengundian Tabungan Harmoni Plus wilayah Jawa Barat BPR Nusamba periode XVIII tahun 2025 di Grand Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/2/2026).
Pengundian dibuka Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb didampingi Dirut BPR Nusamba Mitra Harmoni, Wahyu Eka Saputra SH MH. serta jajaran Direksi BPR Nusamba dan BPR Mitra Harmoni. Pengundian juga disaksikan pihak Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Polsek Soreang dan notaris.
Gebyar BPR Nusamba-Mitra Harmoni ini menyediakan hadiah utama untuk diundi kepada para nasabah berupa 4 unit mobil, 20 unit sepeda motor, 40 kulkas dua pintu, 60 TV LED 32 inc.
Dalam kesempatan itu Ali Syakieb menyampaikan, ia sering turun dan bertemu masyarakat yang dilakukan sebelum acara kedinasan, ternyata banyak keluhan yang disampaikan, terutama soal utang terhadap bank emok.
“Saya selalu sampaikan bahwa di Kabupaten Bandung itu ada Bank BPR Kerta Raharja, kita punya program namanya pinjaman bergulir tanpa bunga, tanpa jaminan selaras dengan visi-visi kita ingin mencetak 50 ribu wira usaha baru muda UMKM. Berarti selama 5 tahun periode, per tahun itu kita ingin mencetak 10 ribu,” katanya.
Caranya, kata dia, tinggal datang ke Bank BPR Kerta Raharja, bawa KTP, bawa KK, bawa proposal usaha. “Tapi tetap verifikasi bank, karena kita pakai aturan perbankan dan itu ada APBD. Kalau misalkan verifikasi sudah beres, insya Allah tahap pertama itu akan mendapatkan modal usaha UMKM itu sebesar Rp 2 juta,” kata Ali Syakieb.
Dengan berjalannya waktu, turut Ali Syakieb, akan mendapatkan penambahan modal dana bergulir tahap kedua sampai tahap ketiga itu di angka Rp 10 juta.
Permasalah lain di masyarakat, imbuhnya, selain modal usaha dan hutang juga soal pengangguran. “Padahal kita ingat, kita itu akan menuju Indonesia emas pada tahun 2045, itu ada satu hal yang harus kita persiapkan dan itu tidak ada toleransi, yaitu apa? Sumber daya manusianya itu sendiri yang harus kita persiapkan. Kita harus siap. Artinya saya mengatakan seperti ini, kadang-kadang yang masalah modal usaha, pengangguran, segala macam, itu bukan ujung permasalahan, itu bukan soal modal usahanya saja. Tapi mindset sama pola pikirnya kita harus siap. Kita harus sama-sama, kita bikin program, kita harus berkolaborasi dengan pemerintah, kita harus bikin kegiatan seperti seminar dan segala macam,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu Ali Syakieb merasa bangga karena Kabupaten Bandung dipercaya menjadi tuah rumah untuk pelaksanaan kegiatan yang penuh makna ini.
“Kita ketahui BPR Nusamba sebagai lembaga perbankan yang telah berkiprah di tengah masyarakat selama kurang lebih dari 36 tahun. Tentu bukan waktu yang singkat dan juga komitmen serta konsistensi yang ditunjukkan dalam mendukung program pemerintah, baik dalam pemerataan pembangunan, peningkatan perekonomian daerah, maupun penguatan inklusi keuangan patut kita apresiasi benar,” ujarnya
Ia menambahkan, kehadiran BPR Nusamba grub dalam melayani masyarakat di Kabupaten Bandung, Sumedang dan lainnya serta didukung jaringan grup yang berkembang di Provinsi Jawa Barat hingga beberapa provinsi lain di Pulau Jawa, Bali dan Mataram menunjukkan peran strategisnya dalam memperluas atas pelayanan keuangan bagi masyarakat.
“Saya memandang kegiatan pengundian tabungan ini bukan cuma kegiatan seremonial, melainkan menjadi salah satu metode inovasi dan daya tarik untuk mendorong gerakan menabung di masyarakat,” kata Alie Syakieb.
Ali Syakieb berharap, kedepan antara BPR Kerta Raharja milik Kabupaten Bandung bisa berkolaborasi dengan BPR Nusamba untuk mengangkat UMKM di Kabupaten Bandung.
“Karena UMKM kita di Indonesia jangan dianggap remeh. Kita pernah merasakan, pernah melewati yang namanya COVID-19. Kalau misalkan kita melihat COVID-19, mungkin negara-negara di Eropa, di luar negeri, wah itu udah kacau.
Tapi kenapa di Indonesia tetap stabil, karena ketolong UMKM,” katanya.
Hadir untuk Memberikan Pelayanan Terbaik
Sementara Direktur Utama BPR Nusamba Wahyu Eka Saputra mengatakan, bahwa BPR Nusamba-BPR Mitra Harmoni Wilayah Jawa Barat didirikan sejak tahun 1990. Tepatnya di bulan Februari tahun 1990
“Bulan ini kami bertepatan usia ke 36 tahun, kami dengan tujuan untuk memberikan akses seluas-luasnya tentang pelayanan perbankan kepada masyarakat perdesaan, masyarakat perkotaan. Tentunya kami BPR Nusamba grup hadir untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang keuangan untuk seluruh elemen masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, BPR Nusamba, BPR Mitra Harmoni sudah berkembang hampir di seluruh Indonesia dengan total nasabah 218.259. Sementara total aset sampai saat ini mencapai Rp 3 Triliun dan total tabungan mencapai Rp 1,2 triliun serta terdapat 177 kantor cabang di Jawa, Bali, dan Mataram.
Ia juga mengucapkan selamat mengikuti gebyar undian periode 18 tahun 2025 yang diundi di Februari tahun 2026. “Dan tentunya saya ucapkan selamat kepada para pemenang yang hari ini diundi dan tentunya bagi yang belum mendapatkan kesempatan Insya Allah di tahun-tahun selanjutnya masih ada sebuah kesempatan yang bisa bapak-Ibu nantikan. Semakin besar tabungan semakin besar pula kesempatan kita untuk mendapatkan hadiah,” ucap Wahyu Eka Saputra. (Ads)





