Daerah

Fikom Unisba Bersama JSIT Majalengka Galakkan Literasi Digital Lewat Program Pengabdian Masyarakat

476views

MAJALENGKA, bandungpos.id – Teknologi informasi terus berkembang pesat dan tak bisa dihentikan. Yang bisa dilakukan masyarakat saat ini adalah memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk kehidupan sehari-hari, sembari menekan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

Hal ini menjadi landasan bagi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba), yang berlangsung di SDIT Insan Rabbani, Majalengka pada Jumat (3/5). Acara ini menggandeng Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Majalengka dan diikuti oleh 62 guru dari berbagai sekolah Islam terpadu di wilayah tersebut.

PKM ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan tim pengabdi yang terdiri atas Dr. Oji Kurniadi, Prof. Dr. Dedeh Fardiah, dan Dr. Rini Rinawati. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi digital guru sebagai pendidik di era digital yang dinamis dan penuh tantangan.

Dalam pemaparannya, Dr. Oji menjelaskan bahwa pesatnya penetrasi internet di Indonesia mencerminkan urgensi literasi digital. Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa 221,56 juta orang atau 79,5% populasi Indonesia telah terhubung dengan internet, termasuk 39,71% anak usia dini yang menggunakan ponsel.

Sementara itu, Dr. Ferry Darmawan dalam materi berjudul “Gadget untuk Pendidikan: Potensi, Risiko, dan Pemanfaatan Aplikasi Edukasi di Era Digital” menyoroti bagaimana perangkat seperti smartphone dan tablet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Gadget banyak digunakan untuk bermain, menonton video, hingga belajar daring. Ia menekankan bahwa penggunaan gadget secara cerdas dapat mendukung proses pendidikan, meningkatkan efisiensi pembelajaran, dan mengembangkan keterampilan digital.

Namun, ia juga mengingatkan akan bahaya jika penggunaannya tidak terkontrol, seperti kecanduan, gangguan kesehatan, hingga terpapar konten negatif. Survei KPAI tahun 2020 mencatat bahwa 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget pribadi, dan 79% di antaranya mendapat izin menggunakan gadget untuk aktivitas non-belajar, termasuk bermain game.

Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan aplikasi edukatif yang tersedia di berbagai perangkat digital. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran interaktif dan pengembangan keterampilan siswa. Ferry menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam membimbing anak dalam penggunaan teknologi.

Pada sesi lainnya, Prof. Dr. Dedeh Fardiah menyampaikan materi “Literasi Media untuk Guru”. Ia menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam memilah informasi daring, memproduksi konten pembelajaran digital, mengelola kelas virtual, serta berkomunikasi secara aman dan efektif.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi guru, seperti terbatasnya akses teknologi, minimnya pelatihan, serta beban administratif yang tinggi. Menurutnya, peningkatan literasi digital di kalangan guru harus didorong melalui kolaborasi antarguru, dukungan sekolah, dan peran aktif pemerintah.

Sebagai komunikator digital, guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam pemanfaatan teknologi, mampu mengelola platform digital sekolah secara etis, serta merespons siswa dengan cara yang suportif dan terbuka.(oji k/bnn)

Leave a Response