Bandung Raya

Dari Tata Kelola hingga Kolaborasi, Unisba dan ULM Perkuat Pengelolaan Mahasiswa Asing

19views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Pengelolaan mahasiswa asing menjadi perhatian Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dalam Sharing Session bertajuk “Manajemen Penerimaan Mahasiswa Asing Baik Reguler dan Non Reguler”.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat 2-3 Gedung LPPM Lantai 3 Unisba, Jalan Hariangbanga Nomor 4-6, Bandung, Kamis (24/9/2026), menjadi forum pertukaran pengalaman kedua perguruan tinggi mengenai penerimaan dan pengelolaan mahasiswa asing.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc.

Setelah sesi sambutan, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi mengenai mekanisme pengelolaan mahasiswa asing, baik reguler maupun nonreguler.

Ratna menjelaskan bahwa pengelolaan mahasiswa asing di Unisba melibatkan beberapa unit yang memiliki tugas terkait. Di antaranya Kantor Urusan Internasional (KUI), Admisi, dan bidang akademik.

Koordinasi juga dilakukan dengan unit lainnya, termasuk bidang kemahasiswaan dan beasiswa. Menurut Ratna, keterlibatan sejumlah unit tersebut diperlukan agar proses pengelolaan dan pendataan mahasiswa asing dapat berlangsung secara terpadu.

“Karena agendanya terkait dengan mahasiswa asing, untuk saat ini kami melibatkan secara terbatas unit-unit yang memang terkait, yaitu Kantor Urusan Internasional, Admisi, dan Akademik,” ujar Ratna.

Ia menambahkan, KUI merupakan salah satu unit yang banyak menangani urusan mahasiswa asing. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan koordinasi dengan unit lain, khususnya terkait pendataan mahasiswa, administrasi akademik, hingga penerbitan surat keputusan mahasiswa pada tahun berjalan.

Bagi Ratna, pertemuan dengan ULM juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kerja sama di bidang lainnya. Kolaborasi akademik, misalnya, dapat diarahkan pada penguatan kapasitas perguruan tinggi melalui publikasi dan sitasi.

Hal tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kinerja institusi dalam akreditasi maupun pemeringkatan internasional.

“Harapannya, ini tidak terbatas pada pembahasan atau diskusi yang terkait mahasiswa asing. Mudah-mudahan ini juga bisa berkembang ke unit-unit lain,” tuturnya.

ULM Siapkan Strategi Capai Target Mahasiswa Asing

Sementara itu, Yusuf Azis mengatakan ULM sedang berupaya meningkatkan pengelolaan mahasiswa asing sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi lain.

Ia menyebut joint publication dan joint research sebagai bentuk kerja sama akademik yang dapat dikembangkan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

“Joint publication, joint research dan lain-lain melewati LPPM. Tentu saja kami juga menyadari bahwa dari sisi IKU, mahasiswa asing ini cukup besar bagi kami di ULM,” kata Yusuf.

Yusuf mengungkapkan bahwa ULM memiliki target penerimaan mahasiswa asing yang cukup besar. Pada tahun ini, kementerian menargetkan sekitar satu persen atau sekitar 320 mahasiswa asing bagi ULM.

Namun, jumlah mahasiswa asing yang dimiliki ULM saat ini masih berada di angka puluhan. Karena itu, ULM melakukan benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi pengelolaan mahasiswa asing.

“Kami perlu melakukan benchmarking ke Bandung, ke UPI kemarin dan juga ke Unisba, bagaimana kiat-kiat mereka, termasuk UPI yang bisa mencapai sekitar 900 jumlah mahasiswa asing, baik reguler maupun nonreguler, degree maupun non-degree,” jelasnya.

Pertukaran pengalaman melalui sharing session tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan bagi ULM mengenai strategi pengelolaan mahasiswa asing yang diterapkan Unisba.

Di sisi lain, forum tersebut juga membuka peluang bagi Unisba dan ULM untuk memperluas kolaborasi dalam bidang akademik dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Diskusi yang dimoderatori Ratna Januarita itu melibatkan unit-unit terkait dari kedua universitas.

Dari Unisba hadir Kepala Admisi Arba’iyah Satrani, S.Pi., MA (Hons); Kepala Kantor Urusan Internasional Muhamad Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D.; Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Ginanjar Ikhsan Putra, S.H.; Kepala Seksi Beasiswa, Magang, dan Mobilitas Internasional Rama Arianto Widagdo, S.T., M.URP.; serta Kepala Seksi Kerja Sama Akademik dan Non Akademik Internasional Rose Fatmadewi, S.Si., M.URP.

Sementara dari ULM hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi; Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Irwan Budiman, S.T., M.Kom.; Sub Koordinator Kerja Sama Mayang Muhairinnisa, S.Pd., M.Pd.; Ketua Tim Reputasi dan Sustainabilitas Universitas (Resus) Dr. Mutiani, S.Pd., M.Pd.; Sekretaris Tim Resus Rifiana, S.P., M.P.; Ketua Kantor Urusan Internasional Utami Irawati, Ph.D.; Plt. Kabag. Akademik Rakhman Farisi, S.T.; beserta jajaran staf lainnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata antara Unisba dan ULM serta foto bersama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya sharing session sekaligus bagian dari penguatan hubungan kerja sama kedua perguruan tinggi.(ask)***

Leave a Response