Bandung Raya

Bupati Bandung Beri Ultimatum Pelaku Usaha di Tegalluar: Hibah Lahan 10% Wajib Dipenuhi atau Izin Dicabut!

237views

KAB. BANDUNG, BANDUNG POS ID.  – Penanganan banjir di kawasan Sapan–Tegalluar kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Bandung. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha di Kawasan Kota Baru Tegalluar wajib menghibahkan lahan minimal 10% sebagai area penampungan air. Ketentuan ini bukanlah sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang tertuang dalam Perda RTRW Kabupaten Bandung Pasal 63 ayat 3.

Kang DS menjelaskan, hibah lahan tersebut diperlukan untuk membangun area resapan seperti polder, embung, dan danau buatan yang berfungsi menahan limpahan air saat curah hujan tinggi. Kapasitas tampungan air yang tidak memadai selama ini menjadi penyebab utama banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Bupati saat Rapat Koordinasi Sinergitas Pentahelix Penanganan Banjir di Aula Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kamis, 27 November 2025. Dalam forum tersebut, ia menyatakan pemerintah akan menagih kewajiban para pengusaha dengan landasan hukum yang kuat.

Lebih lanjut, Kang DS memberikan ultimatum bahwa izin operasional usaha dapat dicabut jika ketentuan hibah lahan tidak dipenuhi. Proses pencabutan akan dilakukan secara bertahap melalui surat peringatan pertama hingga ketiga. “Pengusaha wajib patuh pada perda. Jika tidak, saya tidak akan segan mencabut izin operasional,” tegasnya.

Sementara itu, langkah teknis penanganan banjir telah dimulai. Pemerintah bersama unsur pentahelix telah melakukan pengerukan dan pelebaran drainase di beberapa titik kritis. Normalisasi juga akan diperluas ke saluran Sungai Cipamokolan Lama yang mengalami pendangkalan.

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menjelaskan bahwa Tegalluar merupakan kawasan dengan kontur terendah di wilayah Bandung Raya. Dengan luas total 3.500 hektare, dibutuhkan setidaknya 130 hektare lahan untuk dijadikan danau penampung air. Tanpa ruang tampung yang memadai, potensi banjir akan terus menghantui kawasan tersebut setiap musim hujan. (Iding/,bnn)

Leave a Response