Metro Bandung

Bayu Umbara Pimpin KNPI Jabar

28views

BANDUNG, Bandungpos.id – Ketua KNPI Jawa Barat terpilih Bayu Umbara menegaskan komitmennya membawa organisasi kepemudaan tersebut ke arah yang lebih progresif pada periode 2026-2029.

Hal itu disampaikannya setelah Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Jawa Barat yang sempat mengalami beberapa kali penundaan akhirnya dapat terlaksana.

Bayu berharap seluruh rangkaian Musda berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu menjawab kebutuhan pemuda di Jawa Barat. Ia menyebut momentum Musda menjadi awal penting untuk melakukan pembenahan sekaligus menyusun program kepemudaan yang lebih konkret.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Musda setelah beberapa kali mengalami penundaan. Mudah-mudahan Musda berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujar Bayu Umbara.Selasa malam (18/8/2026) di Hotel Horison Jalan Peta Kota Bandung

Dalam proses pencalonan Ketua DPD KNPI Jawa Barat periode 2026-2029, Bayu telah ditetapkan sebagai calon tunggal. Menurutnya, status tersebut tidak menghilangkan proses demokrasi karena sebelumnya telah berlangsung komunikasi dan musyawarah dengan sejumlah kandidat lainnya.

“Memang sudah diumumkan saya menjadi calon tunggal untuk Ketua DPD KNPI periode 2026-2029. Walaupun saya menjadi calon tunggal, proses demokrasi tetap berjalan melalui musyawarah mufakat dengan calon-calon yang lain,” katanya.

Bayu menjelaskan, sejumlah calon yang sebelumnya mengambil formulir kemudian memilih tidak mengembalikan formulir dan menyatakan dukungannya kepada dirinya. Selanjutnya, agenda Musda akan menetapkan ketua terpilih sekaligus menyusun formatur dan calon kepengurusan untuk menjalankan organisasi selama tiga tahun mendatang.

“Rencananya pada pleno kelima akan ditetapkan ketua terpilih, sekaligus ditetapkan formatur dan calon kepengurusan untuk tiga tahun ke depan,” tuturnya.

Memasuki periode kepengurusan 2026-2029, Bayu ingin KNPI Jawa Barat menjalankan fungsi sebagai katalisator sekaligus jembatan antara pemerintah dengan kalangan pemuda. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan kepemudaan dapat berjalan lebih efektif.

“Intinya, KNPI ke depan menjadi katalisator dan bridging dengan pemerintah supaya program-program kepemudaan berjalan dengan baik. Kita akan bersinergi dengan pemerintah,” ujar Bayu.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya. Karena itu, berbagai hal yang dinilai belum maksimal akan diperbaiki, termasuk orientasi program agar KNPI tidak hanya identik dengan kegiatan seremonial.

“Memang banyak evaluasi terkait kepengurusan yang sekarang. Kita akan memperbaiki hal-hal yang memang harus diperbaiki. Yang jelas, kepengurusan KNPI ke depan akan banyak program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Bayu menegaskan, KNPI Jawa Barat akan lebih sering turun ke tengah masyarakat. Program kepemudaan akan diarahkan pada persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan anak muda, mulai dari kebencanaan, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program-programnya tidak bersifat seremonial. Kita akan mencoba sering turun ke masyarakat, terutama pada program yang memang membutuhkan peran pemuda, seperti kebencanaan, peran sosial, dan kegiatan yang membantu masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Salah satu fokus yang akan didorong adalah peningkatan akses pendidikan bagi kalangan pemuda. Bayu menyebut persoalan masih adanya usia sekolah yang tidak bersekolah menjadi perhatian bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan.

“Pak Sekda tadi juga menyampaikan mengenai program untuk mengakselerasi tingkat pendidikan, terutama pada rentang usia pemuda. Kita bisa membantu pemerintah dalam upaya mengurangi angka anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” jelasnya.

Selain pendidikan, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian KNPI Jawa Barat. Tingkat pengangguran terbuka di kalangan pemuda dinilai membutuhkan langkah bersama agar generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh keterampilan dan pekerjaan.

“Terkait ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka untuk pemuda di Jawa Barat juga akan kita bantu akselerasi. Jadi, titik poinnya adalah pendidikan dan ketenagakerjaan yang memang menjadi masalah kita bersama,” katanya.

Terkait isu dualisme di tingkat pusat, Bayu menegaskan bahwa KNPI Jawa Barat mengacu kepada struktur organisasi yang memiliki legalitas resmi. Ia menyebut kepengurusan KNPI di Jawa Barat secara vertikal mengikuti kepengurusan DPP KNPI yang dipimpin Ryano Panjaitan dan memiliki SK Kemenkumham.

“Sebetulnya di KNPI pusat hanya satu yang mendapatkan SK Kemenkumham. Legalitasnya ada di Bung Ryano Panjaitan. Secara vertikal kita mengacu ke situ dan di Jawa Barat juga mengacu pada SK Bung Ryano,” tegas Bayu.

Bayu menilai KNPI merupakan organisasi yang menghimpun berbagai kelompok pemuda dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, kepemimpinannya ke depan akan mengedepankan sikap adaptif terhadap perbedaan karakter, organisasi, agama, maupun latar belakang politik para anggotanya.

“KNPI ini multi-golongan, multi-partai, dan semua golongan ada di dalamnya. Saya akan berusaha adaptif dengan karakter masing-masing golongan dan semoga KNPI tetap relevan dengan apa yang disuarakan oleh masing-masing kelompok,” ujarnya.

Menurut Bayu, KNPI pada dasarnya merupakan wadah berhimpun untuk menjalankan program kepemudaan lintas kelompok.

Ia menegaskan organisasi tersebut tidak seharusnya menjadi ruang untuk kepentingan politik praktis, melainkan tempat bersama bagi pemuda dari berbagai organisasi dan latar belakang.

“KNPI itu sebetulnya wadah berhimpun terkait program-program kepemudaan. Jadi, tidak ada kepentingan politik di dalamnya. Semua agama, semua kalangan politik, dan semua organisasi kemasyarakatan ada di situ untuk bersama-sama menjalankan program kepemudaan,” katanya.

Dalam proses pencalonan Ketua KNPI Jawa Barat, Bayu menyebut awalnya terdapat sekitar lima hingga enam orang yang mengambil formulir pendaftaran. Namun, hingga batas pengembalian formulir, hanya dua kandidat yang mengembalikan formulir, yakni dirinya dan Awi Jaya.

“Awalnya ada sekitar lima atau enam yang mengambil formulir. Kemudian yang mengembalikan formulir tinggal dua, yaitu saya dan Kang Awi Jaya. Calon lain yang tidak mengembalikan formulir sudah menyatakan dukungannya kepada saya,” tutur Bayu.

Ia menyebut dukungan yang diterimanya berasal dari sekitar 130 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 26 KNPI kabupaten/kota. *(Den)

Leave a Response