Kebiasaan PROVOKASI
Oleh Ridhazia Provokasi dalam media sosial sepertinya sudah dianggap biasa. Tidak ada lagi perasaan bersalah dari sang provokator meski pesan yang dipublikasi berpotensi meresahkan. Bahkan provokasi dilakukan dengan sadar dengan tujuan yang sadar. Dengan menyebarkan konten provokasi, ia merasa terpuasi. Apa pun resikonya. Apalagi jika narasi provokasiberhasil memicu reaksi emosional publik. Efek Viral Tindakan menghasut di media sosial dianggap efektif karena menciptakan efek VIRAL -- yang menurut Jonah Berger dalam Contagious: Why Things Catch On (2019) disebut viral sebagai konten yang membangkitkan emosi kuat pemirsa -- sebagaimana konten provokatif...