Bandung Raya

Angka Perceraian Capai 6.000 Kasus, Bupati Bandung Minta Fatayat NU Jadi Garda Edukasi Keluarga

196views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID. — Tingginya angka perceraian di Kabupaten Bandung menjadi perhatian serius Bupati Bandung, H. Dadang Supriatna, yang menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 di Gedong Budaya Soreang, Minggu (23/11/2025). Ia menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan mencegah keretakan rumah tangga.

Menurut Kang DS, jumlah kasus perceraian di Kabupaten Bandung sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai sekitar 6.000 perkara, yang sebagian besar dipicu oleh faktor ekonomi dan persoalan moral. Fenomena meningkatnya praktik judi online, tingginya tekanan finansial, serta ketidakmampuan mengelola konflik rumah tangga menjadi tantangan sosial yang perlu segera diatasi.

“Banyak pasangan yang akhirnya memilih berpisah karena terjebak masalah ekonomi dan utang,” ungkapnya. Ia menilai peran Fatayat NU sangat penting untuk memberikan pembinaan, terutama bagi perempuan dan pasangan muda, melalui kegiatan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Bupati Bandung menyoroti maraknya kasus pinjaman online (pinjol) dan bank emok yang sering kali menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga. Ia menyebut tidak sedikit perempuan yang meminjam uang tanpa sepengetahuan suami, sehingga memicu pertikaian dan berakhir pada perceraian. Karena itu, ia mendorong Fatayat NU untuk memperkuat gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan agar lebih mandiri dan tidak mudah terjebak iming-iming pinjaman cepat.

Pemerintah Kabupaten Bandung memasukkan program ekonomi kerakyatan sebagai upaya memperkuat stabilitas keluarga, termasuk melalui pelatihan wirausaha, bantuan usaha mikro, dan fasilitasi akses keuangan yang sehat. Kang DS berharap kolaborasi pemerintah dengan Fatayat NU dapat menghasilkan dampak nyata di tengah masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran PW Fatayat NU Jawa Barat yang baru dilantik, seraya berharap organisasi ini menjadi mitra strategis dalam mencetak perempuan berdaya, berakhlak, dan menjadi penopang utama ketahanan keluarga. (Iding/bnn)

Leave a Response