Bandung Raya

Mahasiswa dari Filipina, Pakistan hingga Eswatini Gabung O-Week 2026 Unisba

48views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Universitas Islam Bandung (Unisba) menyambut kehadiran mahasiswa internasional melalui International Students Orientation Week (O-Week) 2026. Program yang digelar Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisba pada 7–11 September 2026 tersebut dirancang sebagai ruang adaptasi sekaligus pengenalan kehidupan akademik, lingkungan kampus, budaya, dan kehidupan sosial di Kota Bandung.

Selama lima hari, mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan informasi mengenai sistem perkuliahan dan administrasi. Mereka juga diajak menjelajahi lingkungan Unisba dan Kota Bandung, mengenal sejarah Indonesia, menikmati seni tradisional Jawa Barat, hingga berinteraksi melalui kegiatan pertukaran budaya.

Pembukaan O-Week 2026 berlangsung di Ruang Rapat 3 dan 4 Lantai 8 Gedung Dekanat Unisba, Jalan Tamansari Nomor 24, Bandung, Senin (7/9/2026).

Kegiatan diawali dengan activity report Kepala Kantor Urusan Internasional Unisba, M Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D., kemudian dilanjutkan welcoming remarks Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.

Dalam laporannya, Imam menyebutkan bahwa peserta O-Week berasal dari sejumlah negara. Arnadzmer Ahadun dari Filipina akan menempuh studi Islam di Fakultas Syariah. Kemudian Hussain Mehdi dari Pakistan akan belajar manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Sementara itu, Libuyile Holinhlanhla Simelane dari Eswatini akan mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum melanjutkan studi di Fakultas Psikologi Unisba.

Tiga mahasiswa internasional lainnya belum dapat mengikuti agenda pembukaan. Islam Karem Rouby Mohammed masih menjalani masa pemulihan, sedangkan Irham Sadeng dan Nasuha Bula dari Thailand dijadwalkan tiba di Indonesia pada 12 September.

Imam berharap O-Week mampu memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa internasional untuk memulai kehidupan akademiknya di Unisba. Menurutnya, pengenalan tidak hanya menyangkut prosedur akademik dan administrasi, tetapi juga kehidupan kampus, atmosfer akademik Islam, serta nilai-nilai kemanusiaan yang dikembangkan Unisba.

“Selamat datang ke Unisba, selamat datang ke Bandung, dan selamat datang ke perjalanan akademik baru Anda dan keluarga baru Anda,” ujar Imam.

Pendidikan Sekaligus Pembentukan Karakter

Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Ratna Januarita, mengatakan proses adaptasi mahasiswa internasional tidak akan selesai hanya melalui program orientasi selama satu pekan.

Menurutnya, mahasiswa akan terus menemukan pengalaman dan situasi baru sepanjang menjalani pendidikan di Unisba. Karena itu, proses belajar dan beradaptasi merupakan perjalanan yang berlangsung selama masa studi.

Ratna menegaskan, pendidikan di Unisba tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan. Kampus juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter mahasiswa agar mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di negara asalnya.

“Semoga setelah Anda selesai belajar, Anda akan menjadi versi yang lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Anda,” tuturnya.

Ia juga mengajak mahasiswa internasional membangun pertemanan dan jejaring selama berada di Bandung. Interaksi tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk saling mengenal sekaligus memperkenalkan budaya masing-masing.

Apabila menghadapi persoalan selama menjalani studi, mahasiswa dapat meminta bantuan kepada KUI, buddies, maupun tim akademik di fakultas.

“Semoga perjalanan Anda di sini membawa pelajaran berarti, memiliki teman-teman, dan memiliki ingatan yang indah,” ungkap Ratna.

Hari Pertama: Kenali Unisba dan Bandung

Setelah seremoni pembukaan, peserta mengikuti materi Introduction to Unisba and Bandung yang disampaikan Prof. Ratna Januarita.

Materi tersebut memberikan gambaran mengenai Unisba sekaligus memperkenalkan Kota Bandung sebagai lingkungan tempat mahasiswa internasional akan tinggal dan menjalani aktivitas pendidikan.

Sesi berikutnya bertajuk Introduction to KUI and International Students Responsibilities yang disampaikan Imam Pamungkas. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang fungsi KUI, tanggung jawab mahasiswa internasional, serta peran buddies sebagai bagian dari student support services.

Mahasiswa kemudian mengikuti campus tour untuk mengenal berbagai fasilitas Kampus 1 Unisba. Mereka mengunjungi Gedung Dekanat, Yayasan Unisba, Gedung LPPM, Gedung Kedokteran, Rektorat, Masjid Al-Asy’ari, Klinik Unisba, Aula, Perpustakaan, Student Center, hingga UPT Bahasa.

Agenda hari pertama ditutup dengan materi Introduction of UPT Bahasa and BIPA. Materi yang disampaikan Kepala UPT Pusat dan Laboratorium Bahasa Unisba, Dr. Chairiawaty, Dra., Dipl. TESOL., M.Si., tersebut memperkenalkan layanan kebahasaan dan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Dari Edukasi Imigrasi hingga Menjelajahi Bandung

Pada Selasa (8/9), O-Week memasuki agenda hari kedua. Mahasiswa mendapatkan pembekalan You Need Help? We Got You! yang disampaikan Kepala Seksi Beasiswa, Magang dan Mobilitas Internasional Unisba, Rama Arianto Widagdo, S.T., M.URP.

Sesi ini memberikan informasi mengenai saluran komunikasi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa ketika membutuhkan bantuan serta penjelasan mengenai emergency protocol selama berada di Unisba.

Berikutnya, Kepala Seksi Kerja Sama Luar Negeri Akademik dan Non-Akademik, Rose Fatmadewi, S.Si., M.URP., menyampaikan materi Have a Safe Stay with Updated Documents.

Mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai dokumen keimigrasian, berbagai tanggal penting yang harus diperhatikan selama berada di Indonesia, serta informasi dasar mengenai asuransi dan simulasi klaim.

Setelah pembekalan, mahasiswa diajak mengikuti Unisba Surrounding Tour. Mereka mengunjungi berbagai lokasi di sekitar kampus, antara lain Baltos sebagai student hub, Cikapayang Dago Park, DolarAsia Dukomsel, Superindo Taman Radio, Jalan Purnawarman, dan Gramedia.

Eksplorasi berlanjut ke Gramedia Merdeka serta Bandung Electronic Centre (BEC). Hari kedua kemudian ditutup dengan suasana lebih santai melalui Karaoke Night.

Pahami Aturan Akademik, Kenali Seni Jawa Barat

Rabu (9/9), mahasiswa kembali mendapatkan pembekalan akademik melalui materi How to Get That Ijazah! yang disampaikan Rose Fatmadewi atau Alexandria Cempaka Harum, S.I.Kom., M.I.Kom.

Materi tersebut membahas regulasi akademik, persyaratan kelulusan, pencatatan akademik, ketentuan kehadiran, serta kewajiban mahasiswa melaporkan perkembangan studi kepada KUI setiap semester.

Setelah memahami berbagai ketentuan akademik, mahasiswa memperoleh pengalaman berbeda melalui kunjungan ke Saung Angklung Udjo.

Di tempat tersebut, mahasiswa internasional diperkenalkan dengan seni angklung dan menyaksikan langsung pertunjukan musik tradisional yang menjadi salah satu kekayaan budaya Jawa Barat.

Rangkaian hari ketiga kemudian ditutup dengan Movie Night. Mahasiswa menyaksikan film Indonesia yang dilengkapi terjemahan Bahasa Inggris.

Menelusuri Jejak Sejarah Bandung

Kamis (10/9), mahasiswa internasional diajak melihat Bandung dari perspektif sejarah.

Agenda dimulai dengan kunjungan ke Museum Konferensi Asia-Afrika. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum Kota Bandung dan Museum Gedung Sate.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal perjalanan sejarah Indonesia sekaligus memahami perkembangan dan identitas Kota Bandung secara lebih dekat.

Dengan mengunjungi berbagai museum, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga memperoleh konteks sosial dan sejarah mengenai kota yang menjadi tempat mereka menempuh pendidikan.

Culture Afternoon Jadi Puncak O-Week 2026

Rangkaian O-Week memasuki agenda penutup pada Jumat (11/9). Hari terakhir diawali dengan eksplorasi pasar tradisional.

Mahasiswa internasional diajak melihat secara langsung aktivitas jual beli masyarakat sekaligus mengikuti permainan sederhana menggunakan Bahasa Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengalaman praktis untuk mengenal kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Pada sore hari, seluruh rangkaian O-Week ditutup melalui Culture Afternoon yang berlangsung di Ruang Rapat 2 dan 3 Lantai 3 Gedung LPPM Unisba.

Agenda diawali dengan pembukaan dan activity report Kepala KUI, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus penutupan O-Week oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama.

Culture Afternoon menjadi ruang pertukaran budaya. Mahasiswa internasional diberikan kesempatan menampilkan budaya dan kreativitas dari negara masing-masing.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan penampilan dari perwakilan U-GIS dan tim KUI.

Unisba Bangun Lingkungan Kampus yang Inklusif

Pelaksanaan International Students Orientation Week 2026 menjadi salah satu langkah Unisba dalam memberikan pengalaman awal yang komprehensif kepada mahasiswa internasional.

Selama mengikuti O-Week, mahasiswa mendapatkan kombinasi pengalaman akademik, pengenalan administrasi, pembekalan layanan mahasiswa, pembelajaran Bahasa Indonesia, eksplorasi lingkungan kampus dan Kota Bandung, pengenalan sejarah, serta pengalaman seni dan budaya.

Rangkaian tersebut diharapkan membantu mahasiswa internasional beradaptasi lebih cepat dengan kehidupan akademik dan sosial di Bandung. Pada saat yang sama, interaksi lintas negara membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan dan budaya di lingkungan Unisba.

Program O-Week 2026 sekaligus mempertegas komitmen Unisba untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi dan membangun lingkungan akademik yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai negara.

Dengan demikian, kehadiran mahasiswa internasional di Unisba bukan sekadar memperluas keberagaman peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring global dan memperkaya pengalaman akademik melalui perjumpaan lintas budaya.(ask)***

Leave a Response