

KOTA BANJAR, Bandungpos –Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menunjukkan kepedulian dan dukungan dalam kegiatan literasi sekolah. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Seminar dan Pelatihan Resensi Buku” dengan tema “Membangun Generasi Literat Melalui Keterampilan Menulis dan Merensi Buku”. Kegiatan yang diperuntukkan para pelajar Kota Banjar ini dilaksanakan di Aula Kampus UMTAS 2 Kota Banjar pada Kamis 9 Juli 2026.
“Alhamdulillah animo pelajar sangat tinggi. Semula kami targetkan untuk 50 peserta saja, tapi ternyata yang mengisi link pendaftaran sampai 88 peserta dan yang hadir ada 92 orang,” ucap Anwar Abdul Majid, Ketua Panitia Kegiatan yang juga merupakan Pustakawan UMTAS menjelaskan. Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat sebagai aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan ini juga menjadi bukti bahwa UMTAS mendukung Gerakan literasi sekolah.
Acara Seminar yang dipandu oleh Asep Samsul Arifin dari Tendik UMTAS dengan menghadirkan dua Narasumber yaitu Nana Supriatna dan Sofian Munawar yang keduanya merupakan Dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.
Nana Supriatna menjelaskan bahwa meresensi sebuah buku merupakan seni tersendiri dan harus dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat. Nana menyebutkan sejumlah langkah penting dimulai dengan memilih buku yang menarik, sesuai dengan usia dan minat, bermanfaat karena memiliki nilai-nilai positif di dalamnya. Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pembaca aktif yang turut mengkritisi bacaan sehingga kita dapat memberikan penilaian yang objektif. “Bukan hanyalah pembaca pasif, tapi dalam resensi kita juga harus kritis dan memberikan saran-masukan serta apresiasi secara berimbang,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sofian Munawar juga mengingatkan bahwa membuat resensi buku itu tidak sama dengan menulis sinopsis. Sofian memberikan penekanan bahwa tujuan resensi buku itu adalah menyajikan “timbangan” evaluatif yang menggambarkan kekuatan dan kelemahan buku yang dibaca dan dengan itu kami juga dapat menyampaikan rekomendasi sebagai hasil bacaan secara kritis dan analitis.
Secara makro, Sofian juga menuturkan arti penting buku dan kegiatan penulisan dalam membangun budaya literasi. “Tulisan adalah penemuan terbesar umat manusia dan karenanya budaya literasi akan selalu menjadi kunci dan sekaligus tulang punggung kemajuan peradaban,” pungkas Sofian Munawar, Dosen Prodi PAI UMTAS yang juga merupakan Pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas. ** (RM/BNN)





