
KAB. BANDUNG, Bandungpos Id. -Sebuah peristiwa yang menggemparkan dunia pers lokal di wilayah Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, setelah bangunan yang difungsikan sebagai Forum Sekretariat Wartawan Cimaung (FORWACI) hangus dilalap api. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 2 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB ini meluluhlantakkan seluruh isi bangunan yang terletak di Kampung Cigeureuh, Desa Cipinang tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diketahui di lokasi, api mulai menjalar dengan cepat saat Ajat (51) sedang beristirahat di dalam ruangan. Dalam detik-detik yang penuh ketegangan, ia tersentak bangun karena merasakan hawa panas yang mulai menghancurkan tubuhnya, dan mendapati kobaran api telah meluas hingga meliputi sekeliling tempat ia berada.
“Tiba-tiba badan terasa panas, saat bangun kaget karena api sudah mengelilinginya. Saya langsung berusaha menyelamatkan diri keluar dari lokasi. Alhamdulillah, selamat,” ujar Ajat (51) menceritakan pengalaman mengerikan tersebut dengan perasaan lega karena berhasil lolos dari maut.
Upaya pemadaman segera dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar sebelum datangnya unit pemadam kebakaran. Hingga saat ini, dugaan mengarah pada adanya hubungan arus pendek listrik atau korsleting sebagai pemicu utama, meskipun penyebab pastinya masih menunggu hasil verifikasi resmi dari pihak yang berwenang.
Dalam rangka menjaga situasi agar tetap kondusif dan aman, aparat kepolisian dari Polsek Cimaung yang dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Maman Gunadi, serta personel Babinsa Desa Cipinang, Serda Hermayana, langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pengamanan, pengendalian situasi, serta pendataan terkait kerugian materiil yang ditimbulkan.
Menanganggapi musibah ini, Ketua Forum Wartawan Cimaung (FORWACI), Indra Fuji Priatna, menyampaikan rasa syukur yang mendalam di tengah kesedihan atas musnahnya aset organisasi. Ia menegaskan bahwa kerugian materiil cukup besar, namun keselamatan nyawa manusia adalah hal yang paling utama dan tidak bernilai harganya.
“Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa. Aset dan bangunan memang bisa dibangun kembali, namun nyawa tidak dapat digantikan,” ujar Indra Fuji Priatna dengan penuh keikhlasan. Ia juga mengapresiasi respons cepat warga dan sinergi aparat, serta berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di masa mendatang. (PENGENAL)***





