Kesehatan

Dari Seminar AsDI PD Jabar, Growth Mindset sebagai Fondasi Transformasi Layanan Gizi

17views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID – Pengurus Daerah Asosiasi Dietisien Indonesia (PD AsDI) Jawa Barat menggelar Bandung Nutrition and Dietetic Course  (BNDC)  VI/2026 di Hotel Harris, Festival City Link jalan Peta kota Bandung mulai 24 hingga 26 Juni 2026.

Aktifitas yang sudah menjadi agenda tahunan  PD AsDI PD Jabar  ini selalu menarik animo para peserta. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang berasal dari berbagai rumah sakit, institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dari seluruh wilayah di Indonesia.

Pada perhelatan untuk yang keenam kalinya ini PD AsDI mengusung tema “Transforming Nutrition Services through a Growth Mindset for Better Hospital and School Feeding”.

Ketua PD AsDI  Jawa Barat, Asep Munawar, SKM, MKM, Dietisien, menegaskan ihwal pentingnya pemahaman Growth Mindset yang dapat dijadikan sarana bagi para dietisien, nutrisionis, dan praktisi gizi untuk memperoleh penguatan kompetensi

“Bahkan, Growth Minset ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan gizi yang lebih efektif, berkualitas serta memiliki daya saing kuat di masa depan, ” ungkap Asep.

Salah satu peserta perwakilan dari RSUD Mas Amsyar, Kasongan, Kalimantan Tengah, Marlina menuturkan bahwa dirinya sangat beruntung dapat mengikuti Seminar dan Workshop kali ini.

“Materi yang disuguhkan sangat update sehingga ilmu yang dapat dari sini bisa saya terapkan di rumah sakit tempat saya bekerja,” ujar Marlina.

Hal senada disampaikan peserta dari RSUP Papua Barat, Junike. Dia mengatakan bahwa dengan mengikuti Seminar dan Workshop Bandung Nutrition and Dietetic Course (BNDC) ke VI ini, Ilmu yang didapatnya bisa diterapkan ditempat kerjanya.

“Hasilnya akan saya bawa dan akan saya praktikan manajemen mutu pelayanan gizi yang lebih baik di tempat saya bekerja nanti,” kata Junike.

Dalam pembukaan Seminar dan Workshop kali ini, selain Ketua Umum PP AsDI Indonesia, Fitri Hudayani, SST, S.Gz., MKM, RD, dan Ketua Umum PERSAGI, Ir. Doddy Iswardy, B.Sc., MA., PhD., nampak pula para undangan dari berbagai pimpinan organisasi lain seperti IDI, IBI, HAKLI, IAI, PDGI, PPKMI, PPNI dan PATELKI.

Acara pembukaan Seminar dan Workshop selain diisi dengan pemutaran video yang menggambarkan perjalanan pelayanan gizi di Indonesiam juga dimeriahkan oleh beberapa stand Mitra dan UMKM diantaranya PT Kalbe Farma, PT Nestlé, PT Otsuka, PT Sarihusada, PT Abbott, PT Lucas Tranmamin, PT Medic Brivit, PT Medracos, PT Kalbe Nutritionals, PT Fresenius Kabi, PT Yakult, Penerbit EGC, Fibe Mini, serta UMKM fashion dan aksesoris.

Libatkan Pakar

Ketua panitia Seminar dan Workshop Bandung Nutrition and Dietetic Course (BNDC) VI/2026 Risya Damayanti, S.Gz., Dietisien mengatakan, nara sumber pada kegiatan melibatkan para pakar yang berkompeten dibidangnya. sepertii misalnya Ir. Doddy Iswardy, B.Sc., MA., PhD, Lora Sri Nofi, PGNutr, MNutrDiet, RD, Antonius Nababan, Fitri Hudayani, SST, S.Gz, MKM, RD, serta Miranti Gutawa Sumapradja, DCN, M.Sc, RD yang membahas mengenai growth mindset sebagai fondasi transformasi layanan gizi melalui penguatan standar profesi.

Materi yang dibahas dihari kedua dan ketiga adalah Implementasi NCPT 2023, Asuhan Gizi Malnutrisi Anak, Asuhan Gizi pada Pasien Critical Ill, Asuhan Gizi Kanker Digestif, Asuhan Gizi Diabetes Melitus Anak, Manajemen Mutu Pelayanan Gizi, Kuliner Formula dan Enteral, Kuliner Makanan Anak. Materi tersebut nantinya dibagi ke 8 kelas.

Kegiatan diakhiri dengan Hospital Tour ketiga RS besar di Kota Bandung, diantaranya RSUP Dr. Hasan Sadikin, RS Immanuel Bandung dan RSUD Bandung Kiwari. Hospital Tour ini  tujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada peserta mengenai implementasi pelayanan gizi di rumah sakit dan memperluas wawasan mengenai sistem pelayanan gizi yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

ketua AsDI PD Jawa Barat Asep Munawar, SKM, MKM, Dietisien berharap dengan digelarnya Seminar dan Workshop ini para peserta dapat meningkatkan inovasi dalam sistem pelayanan gizi, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan kontribusi dietisien dan nutrisionis dalam mewujudkan pelayanan gizi yang lebih baik di rumah sakit, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. (den/rls)***

Leave a Response