
Ngopi SewarungPion Post Kebenaran Politik
PARA aktor penuduh ijasah palsu Pak Jokowi dan pengacaranya, adalah murni produk sekaligus pion post truth politik yang didukung oleh asing untuk membuat kekacauan dan kelemahan dari dalam negara Republik Indonesia.
Melalui kasus ini—-setelah gagal menumpangi kasus-kasus lainnya— mereka terus membangun narasi politik kebencian di ruang publik. Didukung oleh kekuatan modal asing yang terselubung dan jaringan media tak terbatas, mereka terus melakukan pencucian otak masyarakat. Yang salah jadi benar, yang benar jadi salah. Kebenaran bukan lagi berdasarkan fakta dan data melainkan berdasarkan kekuatan opini yang terus menerus mencekoki ruang bawah sadar anak masyarakat -anak Indonesia. Selain itu, mereka juga terus-menerus menurunkan peringkat reputasi para pemimpin yang dicintai masyarakat dan memperkuat ketidakpercayaan pada institusi negara.
Kaum agamawan, politisi, akademisi bahkan kalangan militer, pejabat dan para budayawan banyak yang sudah menjadi korban.
Targetnya membuat Indonesia sekacau -kacaunya sehingga mereka bisa menguasai dan mengeruk kekayaan sumber daya alam Nusantara seperti yang dilakukan di negara -negara Timur Tenga dan beberapa negara di Afrika. Libya, Irak, Afganistan, Suriah, sedikit contoh dari banyak negara yang hancur secara ekonomi, politik dan lingkungan oleh praktik proxy war melalui penerapan strategi post truth politic. Apakah Presiden Prabowo dan para elite penguasa saat ini mengerti soal ini? Kalau mengerti kenapa membiarkan kasus sederhana (kasus ijasah) terus berlarut dan menjadi pembohong seolah tak terkendali?!
Pahami perasaannya,
Uten Sutendy





