
KABUPATEN BANDUNG, bandungpos.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bibliografi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) menggelar program biblioterapi reflektif bagi para santri di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Bukit Panyandaan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6).
Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Identitas Diri Santri melalui Biblioterapi Reflektif di Pesantren Baitul Hidayah” ini bertujuan membantu santri mengenali jati diri, minat, bakat, serta potensi yang dimiliki melalui pendekatan literasi dan refleksi terhadap bahan bacaan.
Program tersebut diprakarsai oleh tiga dosen Fikom Unisba, yaitu Andalusia Neneng Permatasari, M.I.Kom., Erik Setiawan, M.I.Kom., dan Wiki Angga Wiksana, M.Si.
Sebanyak 56 santri tingkat akhir mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif dan partisipatif. Para peserta diajak untuk membaca, berdiskusi, berbagi cerita, serta mengemukakan pendapat mengenai berbagai bahan bacaan yang mereka pilih.
Buku yang digunakan dalam kegiatan berasal dari koleksi pribadi para santri maupun bahan bacaan yang telah disediakan oleh Tim PKM Fikom Unisba.
Melalui proses biblioterapi reflektif, para santri diajak menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman hidup, perasaan, dan pemikiran mereka. Mereka juga diminta memilih kutipan-kutipan yang dianggap paling bermakna serta mampu merepresentasikan diri mereka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para santri aktif menyampaikan refleksi pribadi, berdiskusi mengenai berbagai genre bacaan, serta berbagi pandangan yang muncul setelah membaca dan memahami isi teks.
Santri Harus Berani Mengembangkan Potensi
Perwakilan Tim PKM Fikom Unisba, Andalusia Neneng Permatasari, menegaskan bahwa identitas sebagai santri bukanlah hambatan untuk berkembang dan bersaing di tengah masyarakat modern.
Menurutnya, setiap santri memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan apabila mampu mengenali kelebihan, minat, dan bakat yang dimiliki.
“Melalui biblioterapi reflektif ini, kami ingin para santri lebih sadar akan potensi, minat, dan bakat yang mereka miliki. Membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi juga menjadi cermin untuk melihat kapasitas diri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan literasi tidak hanya berfungsi untuk menambah wawasan, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi yang membantu seseorang memahami dirinya secara lebih mendalam.
Sebagai bentuk apresiasi, Tim PKM Fikom Unisba memberikan penghargaan kepada sejumlah santri yang aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan mampu menyampaikan refleksi yang menarik selama kegiatan berlangsung.
Pemberian hadiah tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi membaca sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara civitas akademika Fikom Unisba dengan keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Hidayah.
Melalui kegiatan ini, Fikom Unisba berharap para santri semakin percaya diri dalam mengenali identitas dirinya, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan bekal literasi yang kuat dan karakter yang kokoh.(askur/png)***





