Kolom Sosial Politik

Belajar Bahasa dan Revolusi Perancis

7views

 

Ku: Ridhazia

SEPULANG dari Perancis, Presiden Prabowo instruksikan belajar bahasa Perancis di semua tingkatan pendidikan di Indonesia.

Posisi Bahasa Perancis

Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa resmi internasional yang digunakan oleh 29 negara dan lebih dari 300 juta orang di lima benua. Bahkan menjadi bahasa diplomasi Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).

Belajar Revolusi Perancis

Secara historis, Perancis identik dengan
Revolusi Prancis (1789–1799) sebuah gerakan perlawanan rakyat atas raja yang abai terhadap kesenjangan sosial, krisis ekonomi, dan ketidakadilan politik yang pada giliran memicu kemarahan besar rakyat.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan tokoh dibalik revolusi mendunia ini yaitu Napoleon Bonaparte (1769-1821).

Sang jenderal menggunakan kelelahan rakyatnya dari penindasan dan merebut kekuasaan di Prancis pada tahun 1799, sekaligus mengakhiri Revolusi 1789 untuk selamanya.

Krisis Keuangan

Revolusi Prancis (1789-1799) disebabkan oleh krisis keuangan negara akibat peperangan, kesenjangan sosial sistem feodalisme, penyalahgunaan kekuasaan oleh Raja Louis XVI.

Dalam keadaan merajaan mengalami utang besar, pengeluaran untuk gaya hidup mewah Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette tetap tinggi.

Raja juga semakin tiran. Tak ada lagi lembaga perwakilan yang berfungsi mengontrol kekuasaan.

Ide Pencerahan

Revolusi Perancis munculnya bersamaan dengan ide-ide Pencerahan (Aufklärung) yang berfungsi sebagai katalis utama Revolusi Prancis 1789

Gerakan ini menentang monarki absolut dan kekuasaan Gereja. Selain meletakkan dasar bagi semboyan ikonik: Liberté, Égalité, Fraternité (Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan).*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response