Bandung Raya

Fikom Unisba dan SMA PGII Bandung Perkuat Ketahanan Keluarga di Era AI Lewat Komunikasi Orang Tua dan Remaja

21views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa beragam manfaat bagi kehidupan, termasuk di kalangan remaja. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena baru ketika teknologi AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu belajar, tetapi juga berperan sebagai teman berbagi cerita, tempat mencari dukungan emosional, hingga ruang percakapan personal bagi generasi muda.

Merespons kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba menggandeng SMA PGII Bandung dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Revitalisasi Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Ketergantungan Remaja terhadap AI Companion dengan Metode Luqmanul Hakim.”

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap di Aula SMA PGII 1 Bandung, Jalan Panata Yudha. Sesi pertama berlangsung pada Selasa (12/5) dengan melibatkan sekitar 90 siswa kelas X, sementara sesi kedua digelar pada Sabtu (23/5) yang diikuti para orang tua siswa.

Selain menjadi ruang edukasi mengenai tantangan komunikasi di era digital, agenda tersebut juga menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara Fikom Unisba dan SMA PGII Bandung melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA). Kerja sama ini diarahkan untuk pengembangan program berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Tim PkM, Indri Rachmawati, S.Sos., M.I.Kom., yang mewakili Fikom Unisba dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan hubungan antarmanusia, terutama di lingkungan keluarga.

“Teknologi tidak dapat menggantikan kehangatan komunikasi dalam keluarga. Ketika anak merasa didengar, dipahami, dan diterima, keluarga akan tetap menjadi ruang aman utama bagi mereka,” ujarnya.

Program pengabdian ini dikembangkan dari perspektif Ilmu Komunikasi, khususnya komunikasi keluarga dan komunikasi pendidikan, yang diperkaya pendekatan psikologi komunikasi serta nilai-nilai Islam melalui Metode Luqmanul Hakim.

Adapun sasaran kegiatan mencakup siswa dan orang tua dengan berbagai materi edukatif, mulai dari literasi AI, penguatan komunikasi keluarga, psikologi komunikasi remaja, regulasi emosi, hingga pembentukan family safe space atau ruang aman bercerita di lingkungan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, tim PkM juga memperkenalkan Model Komunikasi Keluarga 5R, yakni Respect, Reflect, Respond, Regulate, dan Reinforce. Pendekatan ini dirancang sebagai panduan praktis bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, suportif, dan sehat bersama remaja di tengah tantangan era digital.

Hasil evaluasi awal menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya keluarga sebagai sumber utama dukungan emosional. Selain itu, pemahaman siswa terhadap penggunaan AI secara sehat, bijak, dan proporsional juga mengalami peningkatan.

Melalui program ini, Tim PkM Fikom Unisba berharap penguatan komunikasi keluarga dapat menjadi strategi preventif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi modern sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga di tengah dinamika perubahan sosial yang berlangsung semakin cepat.(askur/png)***

Leave a Response