Bandung Raya

Pojok Statistik Unisba Bersama BPS Jabar Kupas Indeks Pembangunan TIK Jawa Barat Melalui Webinar

17views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Pojok Statistik Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar kegiatan edukatif sebagai upaya meningkatkan literasi statistik sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan kali ini dikemas dalam webinar bertajuk “Digital Development Insights: Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Jawa Barat”, yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa (30/4).

Webinar tersebut menghadirkan Ilham Rizky Muharam, S.ST., Statistisi Ahli Muda dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat kemajuan TIK di suatu wilayah.

Menurut Ilham, pengukuran IP-TIK dilakukan melalui tiga dimensi utama, yaitu akses dan infrastruktur teknologi informasi, tingkat penggunaan TIK, serta keahlian masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menilai perkembangan digital di suatu daerah.

Selain membahas konsep dasar IP-TIK, narasumber juga menjelaskan metode penghitungan indeks tersebut, mulai dari tahap pemilihan indikator, pengumpulan data, proses normalisasi, hingga pembobotan dan agregasi data. Penyampaian materi yang disertai data aktual dan ilustrasi nyata dinilai membantu peserta memahami kondisi perkembangan TIK di Indonesia, terutama di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Ilham mengungkapkan bahwa capaian IP-TIK Indonesia pada tahun 2024 berada di angka 6,02, sedangkan Provinsi Jawa Barat mencatat angka 6,33. Meskipun menunjukkan tren perkembangan yang positif, tantangan berupa kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi perhatian dalam mewujudkan pembangunan TIK yang merata dan inklusif.

Tidak hanya itu, webinar juga membahas berbagai pemanfaatan IP-TIK dalam berbagai sektor. Data indeks tersebut dapat digunakan untuk mendukung penyusunan kebijakan pemerintah, riset akademik, pengembangan strategi bisnis, hingga penguatan literasi digital masyarakat.

Beberapa contoh implementasi kebijakan yang dipaparkan meliputi program Palapa Ring, pengembangan desa digital, penguatan UMKM go digital, serta pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi di wilayah tertinggal.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia. Dari lingkungan akademik, peserta berasal dari sejumlah universitas seperti Universitas Negeri Makassar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Widyatama, Universitas Bina Nusantara, Universitas Terbuka, UIN Malang, hingga Institut Teknologi Sumatera.

Sementara itu, dari unsur instansi pemerintahan, webinar turut dihadiri peserta dari Badan Pusat Statistik (BPS) pusat dan daerah, termasuk BPS Kabupaten Sukabumi, Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pelaksanaan webinar berlangsung secara aktif dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya data statistik dan indikator pembangunan dalam mendukung transformasi digital.

Melalui webinar tersebut, Pojok Statistik Unisba berharap dapat terus mengambil peran dalam meningkatkan literasi statistik masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor, baik akademik maupun masyarakat umum.(ask)***

Leave a Response