PAI FTK Unisba Gelar Guest Lecture Internasional, Bahas Kompetensi Guru Islam di Era Modern

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) sukses menyelenggarakan Guest Lecture internasional secara daring melalui Zoom pada Selasa (5/5). Kegiatan ini mengangkat tema “Smart, Skilled, and Spiritual: Redefining PAI Teacher Competence for the Future” sebagai upaya memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di era Society 5.0.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Program Studi PAI, Dr. Fitroh Hayati, M.Pd.I., tersebut menjadi bagian dari program kemitraan internasional FTK Unisba. Acara dibuka langsung oleh Dekan FTK Unisba, Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., yang menegaskan pentingnya transformasi kompetensi guru PAI agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual Islam.
Dalam sambutannya, Prof. Nan Rahminawati menilai guru PAI masa kini harus memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan teknologi, sosial, dan pendidikan, sekaligus tetap menjadikan spiritualitas sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Guest Lecture internasional ini menghadirkan narasumber Dr. Norhayati binti Yahaya, Head of Research, Innovation and International Division (RII), Centre for Instructor and Advanced Skill Training (CIAST), Department of Skills Development, Ministry of Human Resources Malaysia.
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Norhayati menjelaskan pentingnya redefinisi kompetensi guru PAI melalui penguatan tiga dimensi utama, yaitu smart, skilled, dan spiritual.
Dimensi smart menekankan kemampuan intelektual dan literasi keilmuan yang mencakup pola pikir kritis, penguasaan ilmu keislaman secara mendalam, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi. Guru juga dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu merespons dinamika ilmu pengetahuan.
Sementara itu, dimensi skilled berkaitan dengan kemampuan profesional dan pedagogik. Kompetensi ini terlihat dalam keterampilan guru merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif, kreatif, dan kontekstual. Selain itu, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan.
Adapun dimensi spiritual dimaknai sebagai kekuatan nilai, integritas moral, serta kesadaran transendental yang tercermin melalui keikhlasan, keteladanan, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam dalam kehidupan maupun profesi pendidik. Spiritualitas tidak hanya dipahami secara personal, tetapi juga menjadi kekuatan etis dalam membangun budaya pendidikan yang bermakna.
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dan dosen Program Studi PAI FTK Unisba dengan antusiasme tinggi. Diskusi yang berlangsung menunjukkan besarnya perhatian peserta terhadap pengembangan model kompetensi guru PAI yang lebih holistik dan relevan dengan tantangan era Society 5.0.
Berbagai isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut, mulai dari integrasi literasi digital, penguatan kepemimpinan pembelajaran, hingga pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PAI FTK Unisba kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Guru PAI tidak lagi hanya dipandang sebagai penyampai materi pembelajaran, melainkan juga sebagai agen transformasi pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan profesional, dan spiritualitas dalam praktik pendidikan.
Guest Lecture internasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kesiapan calon pendidik Islam yang unggul, adaptif, dan berkarakter dalam menghadapi perkembangan zaman.(ask)***





