
METRO BANDUNG, bandungpos.id – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali menghasilkan tenaga medis profesional melalui Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang digelar pada Senin (4/5) di InterContinental Bandung Dago Pakar berlangsung khidmat dan menjadi titik awal perjalanan pengabdian para lulusan di dunia kesehatan.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, menegaskan bahwa profesi dokter tidak hanya sebatas pekerjaan, tetapi merupakan panggilan hidup yang sarat tanggung jawab moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa sumpah dokter merupakan janji suci yang harus dijadikan pedoman dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, seorang dokter harus memiliki keseimbangan antara kompetensi ilmiah, keterampilan klinis, integritas moral, serta empati. Setiap tindakan medis juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menyoroti pentingnya nilai spiritual dalam menjalankan profesi dokter, khususnya bagi dokter muslim. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan baik, seperti memperkuat iman, menjalankan ibadah dengan khusyuk, bersikap jujur, serta menepati janji sebagai bagian dari etika profesional.
Sumpah Dokter: Simbol Identitas Profesional
Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, menyampaikan bahwa momen sumpah dokter merupakan penegasan identitas profesional yang penuh makna. Gelar dokter tidak hanya mencerminkan capaian akademik, tetapi juga integritas, empati, dan komitmen terhadap nilai kemanusiaan.
Ia juga mengingatkan lulusan agar tetap rendah hati dan menghindari sikap sombong. Sumpah dokter disebut sebagai janji suci yang harus dijaga sepanjang perjalanan karier.
Perwakilan dokter baru, dr. Ridwansyah Fajari Zaenudin, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang penuh perjuangan hingga mencapai tahap ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari dukungan banyak pihak, terutama keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa gelar dokter membawa tanggung jawab besar sebagai panggilan moral dan kemanusiaan. Prosesi ini menjadi awal dari pengabdian panjang dalam melayani masyarakat.
119 Lulusan Siap Terjun ke Dunia Medis
Ketua Program Studi Pendidikan Dokter FK Unisba, dr. Budiman, melaporkan bahwa sebanyak 119 dokter baru diluluskan, terdiri dari 37 laki-laki dan 82 perempuan dari berbagai angkatan.
Para lulusan telah menyelesaikan pendidikan profesi selama sekitar dua tahun, termasuk pelatihan klinik di berbagai rumah sakit serta lulus Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPDPD).
Unisba juga masuk dalam 10 besar perguruan tinggi dengan jumlah lulusan UKNPDPD terbanyak pada Februari 2026. Hingga saat ini, FK Unisba telah meluluskan lebih dari 2.000 dokter sejak 2020.
Melalui prosesi ini, FK Unisba menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Para dokter baru diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menghadirkan pelayanan medis yang humanis dan penuh empati.





