
KAB. BANDUNG. Banddungpos, Id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat resmi digelar di Hotel Antik Soreang, Rabu (29/4/2026). Acara ini bukan sekadar ritual demokrasi internal, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi komprehensif serta formulasi arah kebijakan guna mengembalikan daya tawar partai politik di tingkat daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Uu Ruzhanul Ulum, dalam paparannya menegaskan bahwa kedua kabupaten tersebut memegang potensi strategi untuk kembali merebut posisi politik tawar yang signifikan. Menurutnya, rekonstruksi kemajuan ini menuntut kesungguhan intelektual dalam merumuskan strategi, sehingga penentuan figur pemimpin tidak dapat dilakukan secara subjektif atau serampangan, melainkan harus didasarkan pada kapasitas, integritas, dan visi masa depan yang terukur.
Lebih jauh lagi, Uu Ruzhanul Ulum menekankan bahwa jabatan kepemimpinan bukanlah simbol status semata, melainkan sebuah amanah moral dan organisatoris yang menuntut dedikasi total. Seorang pemimpin dituntut memiliki keberanian untuk mengorbankan pikiran, tenaga, dan sumber daya demi transformasi partai. Tanpa kerja nyata dan komitmen yang substantif, sebuah posisi kepemimpinan hanya akan menjadi label kosong yang kehilangan makna strategis.
Secara obyektif, PPP memiliki modal sosial dan historis yang sangat kokoh, berangkat dari rahim perjuangan ulama yang memiliki kedekatan kultural dengan masyarakat. Muscab ini menjadi langkah konkret dalam kerangka back to basic atau “Kembali Ke Rumah”, yakni merevitalisasi basis tradisional umat Islam yang selama ini menjadi fondasi eksistensi partai di tengah dinamika kompetisi politik yang semakin ketat.
Dalam perspektif pendekatan sosial, Ketua DPW juga transmisi seluruh kader untuk memperluas jaringan silaturahmi hingga ke level akar rumput. Partai tidak cukup hadir hanya secara struktural, namun harus mampu membangun kedekatan emosional dan empati terhadap permasalahan riil masyarakat. Visibilitas dan kehadiran yang konsisten menjadi kunci utama dalam merekonstruksi kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Ali Syakieb, yang hadir mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya konsolidasi ini. Ia menekankan pentingnya peran politik sebagai instrumen penyerap aspirasi. Ali Syakieb mengajak seluruh pengurus untuk aktif melakukan pendekatan langsung atau blusukan, guna merumuskan solusi yang kontekstual dan mampu bersinergi dengan program pembangunan daerah.
Penyelenggaraan Muscab ini diakhiri dengan tekad bersama untuk memperkuat sinergi antara elemen partai dan pemerintah. Dengan landasan ideologi yang kuat, organisasi manajemen yang profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik, kebangkitan PPP bukan lagi sekedar wacana, melainkan sebuah keniscayaan yang rasional untuk mewujudkan tata kelola daerah yang religius, maju, dan berkeadilan. ( Tanya/Id )***





