Duka Mendalam: Kang Dedi Mulyadi Pastikan Negara Hadir Penuh untuk Korban Kecelakaan KA

BEKASI, Bandungpos. Id – Air mata dan duka masih menyelimuti wilayah Bekasi menyusul tragedi nahas tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir di tengah kepedihan itu dengan komitmen bulat. Dalam pernyataan resminya, Selasa (28/4/2026), ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan warganya menderita sendirian, dengan menjamin seluruh biaya pengobatan dan santunan bagi keluarga yang tertimpa musibah.
Peristiwa pilu ini terjadi Senin (27/4) malam, ketika momen pulang kerja berubah menjadi bencana. Sebuah kendaraan yang mogok di lintasan memaksa KRL berhenti mendadak, hingga dihantam keras dari belakang oleh kereta jarak jauh. Benturan dahsyat itu meremukkan gerbong belakang, khususnya gerbong khusus wanita, meninggalkan luka yang sangat dalam dan duka yang tak terhingga.
Data terbaru yang dirilis pihak berwenang mencatat, jumlah korban jiwa kini bertambah menjadi tujuh orang. Sementara itu, tidak kurang dari 81 orang lainnya masih berjuang bertahan hidup dengan luka-luka berat di berbagai rumah sakit. Seluruh korban yang gugur dan terluka dikonfirmasi adalah penumpang KRL, rakyat biasa yang hanya ingin pulang ke rumah dan keluarga tercinta.
Perjuangan tim penyelamat berlangsung sangat berat sepanjang malam. Hingga pagi ini, Tim Basarnas akhirnya berhasil mengeluarkan tiga orang yang sempat terjepit di dalam tumpukan besi penyok. Meski demikian, pencarian dan pemeriksaan menyeluruh terus dilakukan, demi memastikan tidak ada satu pun korban yang tertinggal dalam kepedihan.
Di tengah suasana yang sarat air mata, Kang Dedi Mulyadi mengambil keputusan tegas. Seluruh biaya perawatan medis, mulai dari tindakan darurat, operasi, rawat inap, hingga pemulihan jiwa dan raga, akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jabar sampai sembuh total. Bagi keluarga yang ditinggalkan, pemerintah juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta per jiwa sebagai bukti rasa peduli yang tulus.
“Kami merasakan sakit yang sama. Ini bukan sekadar angka atau berita, tapi nyawa manusia, ibu-ibu, anak-anak yang direnggut paksa dari pelukan keluarga. Negara harus hadir, hadir nyata, dan hadir sepenuhnya untuk mengusung beban mereka,” ujar Kang Dedi dengan suara bergetar penuh duka. Ia memohon doa dari seluruh masyarakat agar diberi kekuatan dan ketabahan yang luar biasa.
Pemerintah Provinsi bersama seluruh pihak terkait berjanji akan mengusut tuntas penyebab tragedi ini. Kang Dedi menegaskan, evaluasi sistem keamanan harus dilakukan secara total agar kesalahan fatal ini tidak pernah terulang lagi, dan tidak ada lagi air mata yang harus tumpah di rel kereta api. (Ask/Id)***





