Di Balik Nyaris Hilangnya Bayi di RSHS Bandung, Kelalaian atau Disusupi Sindikat Traficking Bayi ?

BANDUNG, BandungPos.id — Viralnya kasus bayi yang nyaris dibawa orang lain akibat keteledoran perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bsndung, Kamis (9/4/2024) menuai berbagai komentar miring dari netizen. Bahkan banyak di antaranya yang miminta agar Gubrrnur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk segera memberi tindakan terhadap manajemen RSHS karena lalai.
Dalam cuitanya di Medsos ibu sang bayi Nina Saleha (27) asal Cimahi ini marah bukan main, saat tahu bayinya diberikan kepada orang lain oleh oknum perawat di RSHS.
Bahkan saking kesalnya, Nina sampai mention Dedi Mulyadi, agar sang Gubernur Jawa Barat tahu bagaimana buruknya pelayanan di rumah sakit plat nerah tersebut.
“Saya tidak terima, mau dilaporkan juga silahkan saya viralkan sekalian. Biar Pak Dedi (Dedi Mulyadi) tahu itu RS bagaimana, pegawainya bagaimana, banyak yang teledor,” kata Nina, dikutip Kamis (9/4/2026).
Kronologi
Nina menjelaskan, bayinya dirawat di ruang NICU RSHS selama kurang lebih lima hari karena mengalami penyakit kuning dan Kamis (9/4/2026) sudah diperbolehkan pulang.
Saat proses kepulangan, ia bersama suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk makan sambil menunggu berkas administrasi selesai.
Namun, setibanya kembali ke ruang perawatan ia kaget melihat bayinya berada dalam gendongan orang lain.
“Saat kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” ungkap Nina.
Untuk menastikan bahwa bayi yang dibawa peremouan tersebut itu bener anaknya Nina langsung menghampiri perempuan dan memanggil perawat untuk meminta penjelasan. Ia pun mengaku sempat berteriak karena khawatir bayinya akan dibawa pergi.
Menurut pengakuannya, perawat yang bertugas sempat meminta maaf dan berdalih telah memanggil nama Nina sebelumnya, namun tidak ada respons sehingga bayi tersebut diserahkan kepada pihak lain.
“Susternya bilang sudah memanggil nama saya berkali-kali, tapi karena tidak ada, bayinya diberikan begitu saja,” ungkapnya.
Kejadian ini membuat Nina dan suaminya terpukul dan berharap pihak rumah sakit memberikan penjelasan serta meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Namun menurut Nina bahwa stelah viral ada dari pihak rumah sakit yang menghubungi dan meminta maaf atas kelalaian tersebut.
Klarifikasi manajemen RSHS
Melalui pernyataan tertulis yang disebar ke awak media tertanggal 9/4/2026, manajemen RSHS menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu
Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin.
“Pada prinsipnya, RSUP Dr. Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” akunya.
Manajemen pun mengungkapkan Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin telah melakukan kunjungan dan berkomunikasi dengan Bu Nina Saleha atas keluhan sebagaimana dimaksud dan keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan.
“RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS,” pungkas manajemen.
Namun ada sedikit pertanyaan yang menggelitik apakah ini murni kelalaian petugas RSHS, atau terindikasi adanya pelaku traficking bayi yang sudah menyusup ke RSHS ? Untuk pembuktian kiranya harua libatkan kepolisian. ***





