Olahraga

Sebagai Tuan Rumah Peparda VII Jawa Barat 2026, Bandung Memiliki Tantangan Tersendiri.

115views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID : Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, menegaskan pentingnya kesiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah Pekan Paralimpk Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.

Iman menilai, posisi Bandung memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain, terutama dari sisi kapasitas dan ekspektasi penyelenggaraan.

Hal tersebut disampaikannya usai rapat kerja audiensi bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung di ruang rapat DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu (8/4/2026). Dalam forum tersebut, berbagai aspek kesiapan menjadi sorotan utama.

“Saya hendak dari Pak Wali juga untuk kesiapan sebagai tuan rumah Kota Bandung. Tentu berbeda dengan kota kabupaten yang lainnya,” ujar Iman.

Menurutnya, kondisi anggaran saat ini tengah mengalami efisiensi yang cukup signifikan. Kendati demikian, hal itu tidak boleh menjadi hambatan dalam menyukseskan ajang olahraga disabilitas tingkat daerah tersebut.

Iman menekankan, pembiayaan kegiatan tidak bisa hanya bergantung pada APBD semata. Ia mendorong agar pemerintah membuka peluang pendanaan alternatif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Makanya saya dorong APBD Kota Bandung itu bukan hanya satu sumber untuk kegiatan ini. Bisa pola sponsorship, kemitraan, ada CSR,” katanya.

Selain itu, Iman juga menyoroti pentingnya pemetaan potensi atlet secara lebih luas. Dari total 17 cabang olahraga yang dipertandingkan, saat ini baru 12 cabang yang menjadi unggulan, sementara lima cabang lainnya belum tergarap optimal.

“Tadi dari 17 cabang olahraga itu mereka unggul di 12 cabang. Lima cabangnya belum tersedia, padahal mungkin saja ada warga Kota Bandung yang punya potensi,” tuturnya

Di sisi lain, Iman mengakui adanya perbedaan kapasitas anggaran dengan daerah lain seperti Bekasi dan Kabupaten Bogor. Meski demikian, ia memastikan Bandung tetap memprioritaskan keseimbangan antara penyelenggaraan event dan kebutuhan dasar masyarakat.

Kolaboras legislatif dan eksekutif

Sementara itu Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Hendy Maulana Yusup, mengungkapkan bahwa Kota Bandung resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Peparda 2026. Penunjukan tersebut terjadi setelah Kabupaten Indramayu mengundurkan diri dari perhelatan olahraga disabilitas tingkat provinsi tersebut.

“Jadi ini Alhamdulillah, Kota Bandung setelah mundurnya Kabupaten Indramayu selaku tuan rumah Peparda 2026, akhirnya Kota Bandung ditunjuk menjadi tuan rumah,” ujar Hendy.

Ia menjelaskan, penunjukan ini membawa konsekuensi besar, terutama dalam hal kesiapan anggaran. Pemerintah Kota Bandung harus segera menyesuaikan perencanaan keuangan guna mendukung pelaksanaan event tersebut.

“Ini tentunya berimbas kepada konsekuensi dari anggaran yang harus kita persiapkan,” katanya.

Hendy menambahkan, pihaknya telah melakukan audiensi bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang turut didampingi Dispora Kota Bandung. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun strategi pembiayaan Peparda 2026.

“Mudah-mudahan dari audiensi yang telah dilakukan oleh NPCI, kemudian didampingi oleh Dispora, ke depannya dari perubahan anggaran yang akan kita coba susun bisa menjadi prioritas untuk pembiayaan Peparda 2026,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan anggaran akan difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan penyelenggaraan, mengingat Kota Bandung kini memegang peran penting sebagai tuan rumah.

“Di mana Kota Bandung menjadi tuan rumah ini tentu membutuhkan kesiapan yang matang, termasuk dari sisi pembiayaan kegiatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendy mengapresiasi dukungan dari DPRD Kota Bandung, khususnya Komisi IV yang memberikan respons positif terhadap rencana penyelenggaraan Peparda 2026.

“Alhamdulillah respon positif dari anggota Dewan Komisi IV, support-nya sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam memastikan seluruh kebutuhan Peparda 2026 dapat terpenuhi secara optimal. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan Kota Bandung mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan membanggakan.

Optmis meski banyak Keterbatasan

Ditempat yang sama Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, menyampaikan bahwa pihaknya tetap optimistis meski dihadapkan pada sejumlah keterbatasan. Ia menegaskan, kesiapan harus tetap dilakukan secara maksimal.

“Ya komentar saya, tetaplah kita bersiapkan segala sesuatunya walaupun ada kekurangan,” ujar Yadi.

Menurutnya, berbagai kekurangan yang ada bukan menjadi penghalang, melainkan tantangan untuk menggali potensi yang dimiliki Kota Bandung. Upaya optimalisasi sumber daya dinilai menjadi kunci keberhasilan.

“Tapi kan di situ juga nanti kalau kita gali potensi-potensi kita, kita maksimalkan,” katanya.

Ia menegaskan, fokus utama NPCI Kota Bandung adalah memastikan kesuksesan pelaksanaan sekaligus meraih prestasi dalam ajang Peparda 2026. Kedua target tersebut harus berjalan beriringan.

“Agar kita nanti, terutama NPCI Kota Bandung itu fokus di pelaksanaan sukses dan sukses juga di prestasi,” ungkapnya.

Selain itu, Yadi juga menyoroti pentingnya dukungan dari DPRD Kota Bandung, khususnya dalam hal penganggaran. Ia melihat adanya sinyal positif dari legislatif terhadap program yang diajukan.

“Ya masalah anggaran, Dewan juga kelihatannya sangat mendukung program kita,” tuturnya. (den)***

 

 

 

Leave a Response