Ratusan Jamaah Padati Salat Idul Fitri 1447 H Di Masjid Al-Ikhlas Selacau, Suasana Penuh Khidmat Dan Kebersamaan

BANDUNG BARAT, Bandungpos. Id – Salat Idul Fitri 1447 H/2026 M dilaksanakan dengan khidmat di Masjid Al-Ikhlas, Desa Selacau RW 03, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/3/2026). Massa jamaah hadir memadati area masjid sejak pagi untuk menunaikan ibadah berjamaah, menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan.

Bertindak sebagai imam salat Ustaz Cecep Hasanusin, khutbah yang disampaikan Ustaz Dudung Mulyana, dan tugas muadzin diemban Bapak Mamun. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman dan lancar berkat kerja sama panitia serta dukungan aparat setempat.

Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, Ustaz Muhsin Koswara, menyampaikan ucapan hari raya: “Minal ‘Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Beliau memohon maaf atas nama pribadi maupun seluruh pengurus, serta berharap momen suci ini mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat.
Ustaz Muhsin juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan masjid tidak hanya pada momen hari besar, namun juga melalui kegiatan rutin seperti pengajian mingguan setiap malam Minggu untuk meningkatkan keimanan dan ilmu agama.
Acara dilanjutkan dengan laporan laporan zakat yang dipimpin langsung Ketua Amil Zakat Ustaz Ade Ssepudin. Di wilayah RW 03 tercatat 182 Kepala Keluarga dengan total 620 jiwa, panitia berhasil menghimpun 715 kg beras dan uang tunai sebesar Rp18.477.500.
Seluruh perkumpulan dikelola secara transparan rincian dengan biaya operasional dan amilin Rp860.000, alokasi desa Rp700.000, dan bantuan fakir miskin Rp640.000. Masing-masing mustahik menerima bantuan 2,5 kg beras dan Rp100.000 tunai yang telah tersalurkan seluruhnya. Terima kasih kepada para muzakki, semoga amal ibadah diterima Allah SWT.
Dèalam khutbahnya, Ustaz Dudung Mulyana menjelaskan Idul Fitri bermakna kembali kepada fitrah suci. Beliau menekankan dua dimensi utama ajaran Islam, yaitu dimensi pertama Hablumminallah atau hubungan yang kokoh dengan Allah SWT, serta dimensi kedua Hablumminannas atau hubungan harmonis dan saling menghargai dengan sesama manusia. Nilai kedua luhur ini harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
( tanya/id )***



