Ngopi Sawarung :Prabowo Dalam Jebakan
Hujatan publik terus berkembang makin eskalatif. Merambah ke soal MBG yang menghabiskan anggaran negara ratusan triliun tapi tujuan memperbaiki gizi anak sekolah masih jauh panggang dari api selain rawan tindakan korupsi. Hujatan dan kritik juga berlanjut ke soal pembangunan Koperasi Merah Putih di tiap desa dengan bujet anggaran sangat besar dan proses pembangunannya terkesan misterius, kurang terbuka.

Prabowo dalam Jebakan
Hujatan publik terus berkembang makin eskalatif. Merambah ke soal MBG yang menghabiskan anggaran negara ratusan triliun tapi tujuan memperbaiki gizi anak sekolah masih jauh panggang dari api selain rawan tindakan korupsi. Hujatan dan kritik juga berlanjut ke soal pembangunan Koperasi Merah Putih di tiap desa dengan bujet anggaran sangat besar dan proses pembangunannya terkesan misterius, kurang terbuka.
PRESIDEN Prabowo sedang mendapat ikritik dan hujatan dari sebagian publik di dalam negeri. Bermula dari sikap politik luar negeri, ikut bergabung dengan Board of Peace (Bop) bentukan Presiden AS, Donald Trump. Dalam ini Prabowo dihujat dalam dua hal. Pertama, publik menganggap Prabowo telah menjual kedaulatan negara dengan menandatangani kesepakatan dagang dengan AS yang lebih banyak merugikan negara RI.
Kedua, publik juga menganggap Prabowo terkesan tunduk pada kemauan Donald Trump. Mau membayar kurang lebih 17 triliun untuk iuran keanggotaan di BoP, padahal anggaran negara sendiri sedang defisit. Disisi lain, Israel yang jadi sekutu tak terpisahkan AS di BoP malah tak mau membayar. Publik menilai Presiden Prabowo sudah diperdaya oleh Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Netanyahu.
Hujatan publik terus berkembang makin eskalatif. Merambah ke soal MBG yang menghabiskan anggaran negara ratusan triliun tapi tujuan memperbaiki gizi anak sekolah masih jauh panggang dari api selain rawan tindakan korupsi. Hujatan dan kritik juga berlanjut ke soal pembangunan Koperasi Merah Putih di tiap desa dengan bujet anggaran sangat besar dan proses pembangunannya terkesan misterius, kurang terbuka.
Belum clear soal MBG dan pembangunan gedung koperasi, datang lagi hujatan terhadap impor pembelian mobil produk India sebanyak ratusan ribu unit dengan jumlah anggaran mencapai puluhan triliun Lagi- lagi publik menilai Prabowo tidak menghargai produk otomotif dalam negeri.
Langkah-langkah Prabowo di atas selain sebagai pemborosan, juga publik melihat sudah jauh melenceng dari prinsif politik luar negeri bebas aktif. Dan dari sisi kebijakan ekonomi, Prabowo telah menyimpang dari arah, akar, jiwa keberlanjutan, dan kemandirian pembangunan ekonomi nasional. Lari dari semangat berdiri di atas kaki sendiri, keluar dari fokus memperbanyak produk dalam negeri, hilirisasi, sebagaimana yang sering digelorifikasikan saat kampanye Pilpres.
Mengapa bisa begitu? Padahal dalam pandangan banyak ahli spritual -politik, yang mengatakan bahwa kekuatan dan prospek Prabowo, akar moral, kultural dan spritual politik serta ekonomi Prabowo ada pada semangat keberlanjutan, keharmonisan, dan kebersamaan dengan Solo (Jokowi).
Ada beberapa catatan yang bisa menjelaskan. Pertama, Prabowo tidak mempunyai basis pengalaman grass root. Beliau bukan tipe orang yang senang bergumul dengan masyarakat bawah. Semua hal seolah bisa diselesaikan dari atas, lewat kekuasaan dan uang (top down). Bukan dengan cara membuat iklim dan sistem ekonomi agar semua potensi bangsa tumbuh dari bawah, dari akar.
Kedua, Prabowo lahir dari latar belakang kehidupan ekonomi high level, belum pernah susah sejak kecil, hidup enak penuh dengan privilege.Tak heran kalau sekarang kelihatan sangat senang bermain di atas panggung dan bergaul dengan kelompok elite dunia.
Bertolak belakang 180 derajat dengan Presiden Ketujuh Jokowi yang tumbuh dari bawah dan senang bergaul dengan rakyat bawah. Sementara Prabowo seperti kembali ke setelah pabrik.
Efeknya, hubungan Prabowo-Jokowi yang tadinya harmonis mulai bergeser. Prabowo mulai merasa kurang nyaman ada di bawah bayang bayang Jokowi. Sebaliknya Jokowi juga terlihat begitu, mulai mengambil jarak. Ia menolak menjadi ketua Wantimpres. “Saya di Solo saja,” katanya.Hubungan keduanya sudah ada perubahan frekwensi.
Selain ada faktor histori keluarga dan genetika seperti diceritakan di atas, juga karena ada pihak eksternal ikut bermain yang membuat Prabowo-Jokowi mulai retak, berjarak. Sejumlah aktivis dari kelompok agama yang pernah dibubarkan Jokowi. mendapat panggung lagi sekaligus pintu masuk ke dalam istana. Kelompok ini menghembuskan angin kurang baik di lingkungan Istana Berusaha merusak hubungan mesra Prabowo-Jokowi lewat isu ijasah maupun isu lain. Mereka ingin menarik Prabowo menjauh dari bayangan Jokowi.Maka, Prabowo kemudian menerbitkan sebuah buku biografi “Saya Bukan Bayang-Bayang.” Dan membebaskan dua aktivis dari kelompok pembenci yang sebelumnya dipenjara oleh Jokowi.
Prabowo masuk perangkap jebakan Betmen. Tidak banyak orang tahu kalau kelompok atau organisasi ini diam-diam ada hubungan dengan AS, bagian dari proxy Amerika. Sering mendapat perlindungan dan bantuan signifikan dari AS secara sembunyi yang diberikan lewat negara Arab Saudi. Maka, jika hari ini Prabowo terasa lebih kuat merapat ke Amerika daripada ke Brics (China-Rusia) dan seolah sedang membuka pintu lebar untuk AS “berkuasa” lagi di dalam negeri kita, itu bagian dari kesuksesan mereka yang sebelumnya sangat kencang menggelorakan gerakan anti China. Tujuan mereka berhasil, menyiapkan karpet merah untuk mengembalikan hegemoni AS di dalam negeri RI.**Get the feeling Uten Sutendy Budayawan banten, bertempat tinggal di Kabupaten Tangerang
Editor : Rianto Muradi




