Olahraga

Jelang PON XXII/2028 PESTI Jabar Mulai Siapkan Strategi

175views

 

BANDUNG – BANDUNGPOS : Ketua Persatuan Soft Tenis Indonesa (PESTI) Jawa Barat, Andi Garna, mengucapkan rasa syukur atas soliditas jajaran pengurus yang saat ini bekerja bersama dirinya. Ia menilai, kekompakan tim menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi ke depan.

“Alhamdulillah, seperti yang saya sampaikan kemarin, saya punya tim yang hebat di kepengurusan ini,” ujar Andi Garna usai penutupan Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi di Goat Arena Lapangan tenis Indoor Siliwangi, Jalan Manado Kota Bandung, Kamis (12/2//2026).

Meski demikian, Andi mengakui tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Status sebagai juara umum pada ajang sebelumnya justru menjadi beban tersendiri, terlebih dengan kemungkinan sejumlah peraih medali tidak lagi memperkuat tim pada PON 2028 mendatang.

“Kita memulai dengan tantangan yang sangat berat. Kita punya beban sebagai juara umum, sementara beberapa pemegang medali kemungkinan besar akan meninggalkan kita,” ujar Andy.

Menurutnya, waktu persiapan menuju PON 2028 relatif singkat karena hanya tersisa sekitar dua tahun. Kondisi tersebut menuntut percepatan strategi pembinaan, termasuk regenerasi atlet melalui pencarian bibit-bibit baru yang potensial.

“Artinya, sisa waktu kita sekitar dua tahunan. Kita harus memikirkan strategi untuk mempercepat pengkaderan dan mencari bibit-bibit baru,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan, PESTI Jabar membuka peluang kerja sama internasional, khususnya dengan Korea Selatan yang menjadi pusat pengembangan soft tennis dunia. Andi mengungkapkan, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan pelatih dari Negeri Ginseng tersebut.

“Saya dengar kita punya peluang kerja sama dengan Korea. Kebetulan induk organisasi kandilasi soft tennis ada di Korea Selatan. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan kandidat pelatih yang bersedia melatih kita,” ungkapnya.

Ia tidak menampik bahwa kondisi keuangan organisasi saat ini belum sepenuhnya ideal. Meski demikian, Andi optimistis solusi dapat ditemukan, termasuk melalui skema hibah dan kolaborasi pendanaan dengan berbagai pihak.

“Kondisi kita memang tidak terlalu mudah, tapi pasti ada jalan keluar. Mungkin bisa ada model hibah atau sharing pendanaan. Kita juga tidak bisa menunggu sepenuhnya,” jelasnya.

Terkait dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Andi mengapresiasi respons cepat Gubernur terhadap rencana penyelenggaraan Piala Gubernur. Ia mengaku terkejut karena sejumlah kendala yang sempat disampaikan langsung mendapat perhatian dan solusi.

“Saya cukup surprise, ternyata beliau masih ingat kendala yang kita sampaikan. Bahkan soal peralatan, ada solusi dengan mendorong pabrik memproduksi raket dan bola soft tennis,” katanya.

Ke depan, PESTI Jabar juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah agenda kompetisi dan konferensi olahraga. Andi memproyeksikan peluang di beberapa nomor pertandingan, meski masih terdapat kekurangan jumlah atlet di sektor tertentu.

“Untuk beberapa nomor kita sudah melihat kemungkinan bisa bersaing. Ada yang atletnya masih kurang, tapi kita upayakan bisa ikut, minimal dalam eksibisi,” ujarnya.

Andi menegaskan komitmennya untuk terus maju membawa PESTI Jabar berprestasi. Ia meminta seluruh keputusan hasil musyawarah organisasi dijalankan secara konsisten demi kemajuan bersama.

“Kalau sudah tanggung, kita tidak akan mundur. Harus maju terus. Hasil musyawarah harus dilaksanakan bersama. Alhamdulillah, saya lihat sekarang semangatnya luar biasa, ini warna baru bagi PESTI Jabar,” ungkap Andy. (den)***

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response