Langkah Humanis Dai Kamtibmas Polresta Bandung di 2026: Dari Pesantren Gratis hingga Perang Melawan Hoaks

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID. – Suasana di Aula Desa Cikalong, Kecamatan Cimaung, pada Sabtu pagi (17/1/2026) tampak berbeda. Puluhan tokoh agama yang tergabung dalam Dai Kamtibmas Polresta Bandung berkumpul dengan satu misi besar: mempertajam peran dakwah dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bandung di tahun yang baru.
Rapat Kerja (Raker) ini dipimpin langsung oleh Ketua Dai Kamtibmas Polresta Bandung, Drs. H. Atus Ludin Mubarok, M.Sy. Di hadapan pengurus tingkat Polresta dan Polsek se-wilayah hukum Polresta Bandung, ia memaparkan visi besar yang mengombinasikan kepedulian sosial dengan ketahanan informasi.
Salah satu poin krusial yang diputuskan dalam raker kali ini adalah rencana penyelenggaraan Seminar Nasional Penangkalan Berita Hoaks bagi seluruh anggota Dai Kamtibmas. Program ini menjadi jawaban atas maraknya penyebaran informasi palsu yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Sebagai ujung tombak di tengah masyarakat, para dai harus memiliki literasi digital yang kuat. Kami akan mengadakan seminar khusus agar seluruh anggota mampu mendeteksi, menangkal, dan meluruskan berita hoaks yang beredar, sehingga mimbar dakwah tetap menjadi sumber informasi yang menyejukkan dan tepercaya,” ujar H. Atus.
Tak hanya fokus pada isu digital, program tahun 2026 juga tetap mengedepankan sisi humanis. Para dai akan lebih intensif merangkul anak-anak jalanan (kelompok punk) dengan pendekatan empati. Melalui bimbingan keagamaan dan motivasi, mereka diarahkan untuk kembali memiliki masa depan yang tertata.
Sisi kemanusiaan ini semakin diperkuat dengan komitmen pendidikan bagi anak yatim piatu. Dai Kamtibmas Polresta Bandung memastikan anak-anak kurang beruntung ini dapat menempuh pendidikan di pesantren dan sekolah secara gratis, mulai dari tingkat SD hingga lulus perguruan tinggi tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Program pembinaan ke sekolah-sekolah juga tetap menjadi prioritas. Melalui metode dialogis, para dai terjun langsung memberikan penyuluhan mengenai bahaya radikalisme, narkoba, hingga kenakalan remaja. Tujuannya satu: membentuk generasi emas yang cerdas secara intelektual namun tetap luhur secara akhlak.
Melalui sinergi antara literasi informasi, kepedulian pendidikan, dan dakwah persuasif, Dai Kamtibmas Polresta Bandung di bawah kepemimpinan H. Atus optimis dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, berakhlak, dan melek informasi di tahun 2026. (Iding/BNN)

