Seni Budaya

Komunitas Seni Kuflet Menyiapkan Buku Antologi Puisi Bencana Jilid 2 “Air Mata Sumatera”

Komunitas Seni Kuflet Menyiapkan Buku Antologi Puisi Bencana Jilid 2 "Air Mata Sumatera"

232views

PADANG PANJANG, BANDUNGPOS– Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang menyiapkan peluncuran buku Antologi Puisi Bencana Jilid 2 bertajuk “Air Mata Sumatera”.

Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang.

Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Nofal, menyampaikan, persiapan sudah memasuki tahap final. Rapat terakhir memastikan panitia berlangsung serius namun penuh antusiasme guna kesuksesan acara tersebut.

“Rapat koordinasi terakhir hari ini menunjukkan kesiapan penuh seluruh panitia untuk menyukseskan peluncuran ini,” ujar Nofal, Minggu (18/1/2026).

Ketua Panitia, Ichsan Saputra, S.Sn., M.Sn., menjelaskan, pihaknya telah mengonkretkan seluruh pelaksanaan teknis, mulai dari penyusunan acara, pembagian tugas, kesiapan lokasi, hingga koordinasi dengan para penyair dan tamu undangan.

“Setiap divisi memastikan telah melaporkan perkembangan terakhir. Kami tidak ada kendala berarti menjelang hari peluncuran. Kerja sama dan komunikasi yang solid sangat penting agar acara berjalan lancar,” papar Ichsan seraya mengapresiasi kerja keras seluruh panitia.

Sekretaris Panitia, Teuku Al Varuq, menambahkan, buku ini merupakan karya kolaboratif yang menghadirkan refleksi para penyair tentang duka, harapan, dan ketangguhan dalam masyarakat menghadapi bencana.

“Melalui buku ini, kami ingin menyampaikan pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada khalayak luas,” kata Varuq.

Menariknya, acara peluncuran ini juga akan diisi dengan lelang buku dan karya seni hasil kreativitas anggota Komunitas Seni Kuflet. Seluruh hasil lelang nantinya akan didonasikan untuk korban bencana di wilayah Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Sementara salah seorang kurator buku itu Muhammad Subhan menilai peluncuran ini merupakan momentum penting bagi dunia sastra.

“Peluncuran buku antologi ini memberikan ruang apresiasi bagi karya sastra yang lahir dari kemanusiaan,” tambahnya. (RLS/GUFRON/BNN)

Leave a Response