
Oleh: Ridhazia
AGAMA tidak harus terpisah dari politik. Itu menjadi preferensi pemilih di Indonesia. Besarannya sekitaran 48,5 persen.
Itu hasil beberapa survey terhadap 1200 responden oleh sebuah lembaga survey di Indonesia. Tidak ada perbedaan siginifikan untuk setiap.survey menjelang kontestasi presiden.
Beririsan
Indonesia sebagai satu entitas negeri beragama survey ini menegaskan bahwa agama dan politik di negeri ini selalu beririsan.
Juga preferensi “ya agama ya politik” menjadi keunikan penduduk negeri ini dibanding negeri lain yang terlanjur lama dimana agama juga preferensi politik penganutnya.
Politik Identitas
Dengan kata lain, kegelisahan tentang politisasi agama atau politik identitas yang diasumsikan berpotensi memecah belah tidak sepenuhnya benar.
Justru menjadi bentuk komitmen terhadap prinsip-prinsip toleransi untuk menjaga stabilitas sosial dan politik khas negeri ini.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

