Kolom Sosial Politik

Menolak Bantuan: Harga Diri atau Egois?

226views

 

Oleh: Ridhazia

ANEH  sekaligus ajaib. Di tengah skala bencana yang masif di Sumatera, Indonesia justru menolak sejumlah bantuan dari negara asing yang bersahabat.

Katanya, keputusan mengembalikan bantuan kemanusiaan itu untuk menjaga harga diri. Atau, pemimpin negeri ini sudah egois?

Harga diri dan egois itu berbeda. Tapi menolak empati dari orang lain sama saja dengan egois yakni sikap mementingkan diri sendiri secara berlebihan.

Ada perasaan superioritas. Yakni sikap menganggap diri lebih unggul, lebih mampu daripada orang lain.

Beda dong!

Padahal kesejatian harga diri yang sehat
tidak seharusnya disertai penolakan segala niat baik orang lain. Jangan jangan itu kesombongan palsu.

Justru bisa menerima kekurangan dan tetap menghargai orang lain yang berempati, itulah harga diri yang sesungguhnya.

Apa itu harga diri?

Harga diri (self-respect) identik dengan percaya diri, menerima diri apa adanya, dan merasa layak diperlakukan baik karena bersumber dari kekuatan batin yang stabil yang tidak membutuhkan validasi.

Inilah Egois

Bandingkan dengan egois (selfish) yang selalu merasa tidak aman.dan terbersit kesombongan palsu (ego).

Merasa diri lebih unggul, menutup diri dari sudut pandang orang lain, tidak mau kalah, dan ingin menjadi pusat perhatian.

Sebagai sebuah negara bangsa, menolak bantuan asing dalam suatu musibah sebagai arogansi yang memalukan dan catatan buruk yang tidak boleh diulang. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response