
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olahraga soft tenis di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dengan merajai puncak klasemen akhir melalui raihan dua emas dan satu perak.
Selain itu kontingen soft tennis Indonesia berhasil meraih 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu pada SEA Games 2023 di Kamboja, serta 2 medali perunggu pada Asian Games 2023 di Hangzhou.
Meskipun demikian, dengan jumlah pecinta olahraga yang lebih banyak, potensi prestasi soft tennis bisa lebih maksimal. Oleh karena itu, sosialisasi tentang cabang olahraga ini dianggap penting.
“Soft tennis masih belum banyak dipahami masyarakat. Banyak yang keliru menganggapnya sama dengan tenis atau squash. Perbedaan utamanya terletak pada bola dan raket yang digunakan,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Brigadir Jenderal (Brigjen) Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. saat melantik ketua Pengprov PESTI Jabar masa bakti 2025-2030 Andy KR Garna di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (16/12/2025).
Awal Chairuddin mengatakan, saat ini tugas PP.PESTI adalah untuk mensosialisasikan soft tennis. PP PESTI optimis ada peluang besar untuk meraih prestasi lebih baik pada event internasional berikutnya.
“Mensosialisasikan olahraga ini kepada masyarakat, perguruan tinggi, TNI dan Polri, lembaga seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mengadakan Roadshow ke sekolah-sekolah adalah hal yang penting. Saya berharap 17 pengurus provinsi saat ini dapat berkembang lebih baik lagi, bukan hanya dalam jumlah Pengprovnya saja, tetapi juga dalam pola pembinaannya dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi yang memiliki fakultas olahraga,” tutur Awal Chairuddin.
Ditempat yang sama Ketua Umum KONI Jabar Prof. Budiana mengatakan, kepengurusan PESTI Jabar yang baru saja dilantik ini sangat luar biasa. KONI Jabar menaruh harapan besar kepada ketua Pengprov PESTI Jabar masa bakti 2025-2030 Andy KR Garna.
“Saya optimis pak Andy beserta jajaran pengurus lainnya mampu membawa PESTI Jabar lebih maju dan berkembang. Saya menaruh harapan besar kepada Ketua Umum yang baru untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga soft tenis Jawa Barat,” ujar Prof. Budiana.
Prof. Budianapun berpesan kepada pengurus agar tetap menjaga konsistensi dan soliditas serta menomorsatukan kepentingan atlet dan pelatih.
Sementara itu Ketua Umum Pengprov PESTI Jabar Andy KR Garna mengatakan, langkah pertama yang selama ini menjadi prioritas utama adalah membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) baru.
“Karena fakta menunjukkan kepengurusan kita di Pengcab itu memang kurang sampai saat ini. Maka kita harus segera bisa membentuk Pengcab baru. Kemudian mendorong para Pengcab-pengcab ini untuk segera mengirimkan daftar atlet yang bisa ikut Porprov nanti,” ujar Andy yang menerima estafet kepemimpinan PESTI Jabar dari Bambang Haryono.
Kedepan Andy menargetkan bisa memiliki 10 Pengcab yang akan membantu Pengprov PESTI Jabar. sehingga pendistribusian atlet semakin lebih banyak.
“Saat ini yang aktif itu tujuh Pengcab. Nah tiga ini termasuk ada dari Cianjur yang sudah berkomitmen sudah akan dibentuk, kemudian Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat. Jadi kita sudah diberi keluasan oleh KONI (Jabar) untuk membentuk pengcab baru. Yang penting data atletnya dulu dikirimkan, Pengcabnya ini menyusul, tapi kita sudah berkomitmen untuk dibentuk,” ungkap pria kelahiran Garut, 10 Februari 1973 ini.
Andy akui sejauh ini beberapa daerah kekurangan atlet. Karena itu, pihaknya akan berusaha membantu dengan meminta Pengcab mengutamakan mencari bibit dan pembinaan.
Selain Pengcab, Andy akan membenahi dan menyempurnakan tata kelola organisasi. Terutama mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), tata kelola keuangan hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
“Program 100 hari kita itu antara lain aktivasi tiga Pengcab harus kita capai dalam masa 100 hari pertama. Kemudian penyelenggaraan Kejurda. Lalu perbaikan tata kelola. Yang paling utama adalah tata kelola keuangan yang kita mau tetapkan dulu supaya alur penggunaan keuangannya bisa lebih transparan dan lebih akuntabel,” urai Andy. (den)





