Daerah

Padang Diterjang Banjir Dahsyat: Ribuan Warga Mengungsi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

286views

PADANG, BANDUNGPOS ID – Banjir besar kembali menerjang Kota Padang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap, merendam organisasi warga di beberapa kecamatan, termasuk Koto Tangah, Nanggalo, Padang Utara, Lubuk Begalung, dan Pauh. Ketinggian udara dilaporkan mencapai 50–120 sentimeter di titik-titik yang paling rawan.

Hingga Kamis siang, 27 November 2025, lebih dari 27 ribu jiwa dilaporkan terdampak banjir. Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan dampak paling parah, dengan sekitar 20.983 warga terimbas penampungan udara. Sejak dini hari, banyak warga telah berinisiatif melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman, seperti kantor kelurahan, sekolah, dan gedung serba guna yang difungsikan sebagai lokasi sementara penampungan.

Di beberapa kawasan seperti Parupuk Tabing, Air Pacah, dan Ulak Karang, banjir tidak hanya merendam tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah-rumah warga. Dua rumah dilaporkan hanya terseret arus yang kuat, sementara puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, satu rumah ibadah dan sejumlah fasilitas umum lainnya juga ikut terdampak.

Pemerintah Kota Padang, bersama dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan, telah bergerak cepat sejak pagi hari untuk melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan darurat. Posko pengungsian telah didirikan di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, serta Lubuk Begalung. Dapur umum juga telah beroperasi untuk menyediakan makanan bagi warga yang masih berada di pengungsian.

Aktivitas warga terhenti total, termasuk kegiatan belajar mengajar yang terpaksa dihentikan sementara. Sejumlah sekolah di Padang Utara, Koto Tangah, dan Nanggalo terpaksa ditutup karena ruang kelas tergenang air atau akses menuju sekolah terputus. Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Adinegoro dan Jalan Sisingamangaraja juga sempat tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada. BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor diimbau untuk segera melakukan evakuasi dini jika kondisi kembali memburuk. ( Iding/bnn )

Leave a Response