Olahraga

BK Porprov Cabor Dansa Tertutup Untuk Peraih Medali Emas PON

179views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 120 peserta dari 12 pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) tampil di 21 nomor  pada babak kualifikasi (BK) cabor dansa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV/2025.

Tuan rumah cabor dansa Porprov yaitu Kota Bogor ikut serta pada BK kali ini namun tidak mendapat penilaian dari tim juri sesuai permintaan dari ketua pengcab Kota Bogor.

“Satu pengcab tidak ikut serta yaitu Kabupaten Sukabumi. Ini lantaran kepengurusannya tidak aktif lagi. Dengan demikian tercatat 12 pengcab IODI yang ikut serta pada BK kali ini dengan Kota Bekasi paling banyak mengirimkan atletnya, yaitu 17 atlet. BK kali inipun tertutup untuk keikutsetaan peraih medali emas PON XXI/2024. Namun demikian untuk peraih perak atau perunggu diperkenankan tampil,” ujar ketua  umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IODI Jawa Barat Aida Gurning pada saat BK berlangsung di Hotel El Cavana Jalan Pasir Kaliki Kota Bandung, Sabtu (22/11/2025).

Bagi peserta yang berada diperingkat 1 sampai 12 dinyatakan lolos BK ditambah wildcard Kota Bogor. Ini berarti ekuivalen dengan 12+1. Disinggung soal peta kekuatan cabor dansa saat ini Aida mengatakan cukup merata karena hampir semua pengcab telah berlatih rutin bahkan sampai keluar negeri seperti ke Malaysia.

“Peserta BK cabor dansa hanya dipungut biaya pendaftaran saja karena untuk cost hotel dan makan tergantung masing-masing daerah. Biaya pendaftaran sebesar 150 ribu rupiah mungkin bisa dinilai tinggi, Ini karena dansa itu penyelenggaraannya harus di hotel dan butuh fasilitas lainnya yang cukup eksklusif seperti misalnya kostum, make up dan sepatu yang rata-rata branded,” kata Aida.

Pada BK Porprov tahun ini ditampilkan pula nomor dengan kaaripan lokal, yaitu nomor tradisional yang harus dimunculkan oleh setiap pengcab dan ini menjadi penilaian kelolosan. Seperti misalnya digelaran PON, nomor tradisional harus dimunculkan lima daerah, masing-masing Papua, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

Menyangkut efisiensi anggaran untuk setiap cabor di BK Porprov, Aida menegaskan apapun alasannya BK Porprov cabor dansa harus tetap terlaksana dengan baik dan professional.

“Kalau kita mengandalkan pemberian anggaran BK dari KONI Jabar sepertinya kurang memadai. Terlepas dari nominal, saya anggap itu bantuan yang luar biasa. Intinya, kalau sudah menjadi ketua (IODI Jabar) tentunya harus mau berkorban dalam hal apapun,” tutur Aida.

Ada bersyukur regenerasi atlet di cabor dansa berjalan on the track. Banyak pedansa usia anak-anak bermunculan. Adapun rentang waktu pembinaan di cabor dansa minimal berlangsung dua tahun. Setelah itu baru terlihat talenta atlet yang bersangkutan. (den)

 

 

 

 

 

Leave a Response