Olahraga

SOIna Kota Bandung Bidik Target Juara di Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025

344views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Bandung bakal menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola bergengsi yakni Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025. Sebanyak 132 pesepak bola bertalenta khusus (difabel intelektual) dari enam negara masing-masing Malaysia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Indonesia siap berlaga dalam ajang tersebut.

Turnamen ini akan digelar pada 10-15 November 2025 di Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Sementara itu upacara pembukaan akan berlangsung di Ballroom Hotel Ultima Horison, Senin malam (10/11/2025).

Kota Bandung dipilih sebagai tuan rumah berkat kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, dan dukungan kuat dari pemerintah daerah. Panitia pelaksana dibentuk oleh SOIna Provinsi Jawa Barat dan SOIna Kota Bandung, dengan dukungan penuh dari Dispora Kota Bandung.

Kompetisi ini menjadi wadah tahunan bagi para pesepak bola bertalenta khusus di kawasan Asia Pasifik untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Turnamen ini juga menjadi simbol sportivitas, persahabatan, dan semangat inklusivitas dalam olahraga.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Hendi Maulana Yusuf menilai Turnamen ini luar biasa dan sesuai dengan keinginan Walikota Muhamad Farhan bahwa kota Bandung sebagai salah satu kota sport tourism. Walikota dan para anggota dewan – ujar Hendi, sangat mensuport kegiatan ini. Hal yang sama diberikan pula oleh pemerintah pusat.

“Dengan taglent sport tourism, pada gilirannya akan mendorong event olahraga yang bersifat daerah, nasional sampai internasional diharapkan bisa dilaksanakan di Kota Bandung, salah satunya event ini (Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025),” ujar Hendi kepada pewarta, Jumat (7/11/2025) di sekretariat Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung, komplek Stadion Sidolig.

Hendi mengatakan, pada saat pelaksanaan turnamen, lapangan Sidolig akan dibagi dua dan sejauh ini persiapan sudah cukup matang.

“Para atlet (sepakbola) SOIna kota Bandung telah mempersiapkan diri selama 4 bulan dibawah bimbingan manajer dan para pelatih yang luar biasa. Oleh karena itu target kami adalah merebut juara di turnamen ini,” kata Hendi.

Ditempat yang sama ketua SOIna Kota Bandung Abdul Karim mengatakan, pihaknya berharap kegiatan internasional tidak berhenti sampai di turnamen sepakbola saja. Kalau memang atlet SOIna Kota Bandung memiliki prestasi mumpuni, bukan tak mungkin bisa dikirim bertanding diluar negeri.

“Banyak tantangan untuk mempersiapkan tim sepakbola SOIna Kota Bandung bertanding di event ini (Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025). Tidak semudah misalnya kita melatih pemain Persib. Kami melatih mereka dari nol,” ungkap Abdul Karim.

Faktor kesabaranpun sangat diperlukan. Abdul Karim mencontohkan, kalau yang normal diperintah satu kali sudah bisa memahami. Sementara atlet SOIna diperintah 10 kali belum tentu bisa memahami.

“Kami perlu kesabaran yang luar biasa dan frekwensi latihanpun harus terus dilakukan berkesinambungan. Disisi lain di turnamen ini rencananya semua duta besar negara yang ikut serta akan diundang. Sejauh ini yang siap hadir baru dari Bangladesh,” ujar Abdul Karim.

Sementara manajer sepakbola SOIna Kota Bandung, Sipat mengatakan, karena anak-anak yang tampil adalah anak-anak istimewa, otomatis  harus ditangani istimewa pula.

“Saya jarang ngobrol sama mereka tapi cara pendekatan saya lakukan dengan memberi sesuatu. Jadi tipenya ada dua. Yang pertama saya dekati malu-malu. Yang kedua saya dekati mereka merasa curiga. Tapi setelah saya kasih sesuatu, mereka beranggapan saya orang baik,” ujar Sipat.

Langkah selanjutnya – kata Sipat, jadi ringan. Mereka mudah disuruh dan mudah dibina bermain sepakbola.

“Saya ucapkan terimakasih atas dukungan orangtua. Mereka lebih tahu dan memahami karakter anaknya. Kalau saya mungkin cuma 20 persen memahami karakter mereka,” jelas Sipat.

Sipat mengatakan untuk pemain tim A semuanya dari kota Bandung. Sementara tim B dari kabupaten/Kota se Jawa Barat. Sipat sendiri menangani tim A.

Sesuai regulasi Special Olympics International, setiap tim terdiri atas tujuh pemain. Pertandingan digelar di lapangan berukuran 50-70 meter panjang dan 30-50 meter lebar lebih kecil dibanding lapangan standar FIFA.

Setiap pertandingan berlangsung dua babak masing-masing 20 menit tanpa tambahan waktu, dengan jeda istirahat 5 menit di antara babak. Adapun gawang berukuran 2 meter tinggi dan 5 meter panjang.

Agar pertandingan berjalan sesuai standar internasional, seluruh laga akan diawasi langsung oleh Abdulrazzaq Raja A. Razzaq dari Irak, selaku technical delegate cabang olahraga sepak bola Special Olympics.

Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta akan mengikuti program Healthy Athlete, yakni pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Kegiatan ini juga diikuti oleh sekitar 70 atlet SOIna Bandung.

Setelah itu, para peserta akan menjalani tahap divisioning, proses penting untuk memastikan pertandingan berlangsung adil dan seimbang sesuai kemampuan masing-masing tim. Divisioning dilakukan satu kali dengan durasi sekitar 15 menit. (den)

Leave a Response