Bandung Raya

Unisba Jadi Tuan Rumah Future Leaders Camp 2025 Regional I

222views

WARTA BANDUNG. bandungpos.id –  Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan Indonesia Future Leaders Camp (FLC) 2025 untuk Regional I, sebuah program pengembangan kepemimpinan yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Agenda ini berlangsung di Aula Utama Unisba pada 29–30 Oktober 2025, kemudian dilanjutkan ke Jakarta pada 31 Oktober 2025. Sebanyak 60 peserta terpilih dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten turut ambil bagian. Dua di antaranya merupakan mahasiswa Unisba yang menjabat sebagai Menteri Sosial dan Politik serta Menteri Pendidikan dan Agama di Badan Eksekutif Mahasiswa kampus tersebut.

FLC dirancang sebagai program strategis untuk menyiapkan pemimpin muda yang berintegritas, mampu beradaptasi, visioner, dan kompetitif, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan tersebut.
“Kami merasa terhormat ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan ini. Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada Unisba dalam penyelenggaraan Future Leaders Camp 2025 Regional I,” ujarnya.

Harits menekankan bahwa FLC bukan sekadar pelatihan kepemimpinan, melainkan langkah nyata untuk melahirkan pemimpin yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak, sesuai visi Unisba untuk menjadi universitas Islam yang mandiri dan terkemuka dalam bingkai Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Ia berharap forum ini menjadi ruang tumbuhnya calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan peduli pada masyarakat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya regenerasi pemimpin sejak dini. Menurutnya, mahasiswa aktivis punya nilai lebih karena terbiasa mengelola waktu, berpikir luas, dan menghadapi tantangan dengan tenang.

“Forum ini lahir untuk membentuk generasi pemimpin masa depan. Aktivis kampus umumnya mampu multitasking, menyelesaikan masalah, dan tetap tenang. Itu kualitas penting dalam kepemimpinan,” kata Menteri Brian.

Sinergi Akademik dan Aktivisme

Menteri Brian juga menyoroti perlunya keseimbangan antara prestasi akademik dan aktivitas organisasi. Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut saling melengkapi dan penting untuk mahasiswa masa kini.

“Sering kali aktivis kurang memperhatikan akademik, dan sebaliknya, mahasiswa berprestasi akademik enggan berorganisasi. Padahal keduanya sama penting. Melalui FLC, kita ingin menyiapkan paradigma baru agar mahasiswa memiliki pandangan yang utuh,” jelasnya.

Ia juga mengaitkan pengembangan kepemimpinan dengan kebanggaan nasional, menggunakan analogi “Merah Putih Sejajar”, yakni kondisi ketika produk Indonesia berkibar sejajar dengan negara maju di berbagai belahan dunia.

Menteri Brian memberikan contoh seperti Samsung dan Hyundai dari Korea Selatan yang mendunia, dan mendorong mahasiswa Indonesia untuk memiliki mimpi setinggi itu.
“Kita tidak mungkin bersaing kalau mimpi kita kecil. Di FLC ini, kita ingin menumbuhkan mimpi besar itu,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan pesan inspiratif.
“Latar belakang bukan penghalang. Siapa pun bisa mencapai puncak, asalkan punya mimpi besar dan bekerja keras mewujudkannya,” tutupnya.

FLC dikenal sebagai program kaderisasi kepemimpinan nasional paling prestisius dari Kemdiktisaintek, ditujukan bagi pemimpin BEM dan organisasi kemahasiswaan seluruh Indonesia melalui pendekatan experiential learning.(sani/bnn)

Leave a Response