Kabupaten/Kota

Mencintai Maros Tanpa Batas, Tekad Chaidir Syam

Mother Park Behind of the Napa’s Mosque

229views

KOTA MAROS, BANDUNGPOS- – Buku berjudul “Mencintai Maros Tanpa Batas” karya Bupati Maros, HAS Chaidir Syam. Buku ini bukan sekadar kumpulan catatan kepemimpinan, melainkan refleksi mendalam seorang pemimpin yang mencintai daerahnya dengan sepenuh hati. Ditulis dan diselesaikan di Tanah Suci Makkah, karya ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang ketulusan dan pengabdian.

Dalam bukunya, Chaidir Syam membagi pengalamannya memimpin Maros selama tiga tahun ke dalam lima bagian: Refleksi, Maros Keren, Mengukur Pencapaian, Demi Desertasi, dan Testimoni. Setiap bagian menggambarkan perjalanan dan tantangan yang dihadapi, serta upaya nyata dalam membangun Maros yang lebih baik.

Salah satu pencapaian yang patut diapresiasi adalah transformasi sektor kesehatan. Di bawah kepemimpinannya, empat puskesmas di Maros ditingkatkan statusnya menjadi rawat inap, yaitu Puskesmas Cenrana, Bontoa, Maros Baru, dan Tompobulu . Selain itu, pembangunan fasilitas kesehatan seperti gedung poliklinik dan UGD di Puskesmas Mallawa, serta pendirian Laboratorium Kesehatan Daerah, menunjukkan komitmen beliau dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Chaidir Syam mendorong digitalisasi melalui program “Smart School” yang menjadikan Maros sebagai pelopor pendidikan digital di Indonesia. Program ini mencakup pengenalan kelas Google For Education dan peningkatan kualitas pendidikan, terutama bagi guru agama . Program “Gembira Bersekolah” juga berhasil mengajak anak-anak usia 7-25 tahun untuk kembali ke sekolah formal maupun non-formal.

Komitmen beliau terhadap literasi juga terlihat dari berbagai inisiatif, seperti pendirian perpustakaan desa, perpustakaan masjid, dan perpustakaan ibu dan anak. Maros bahkan menerima penghargaan nasional sebagai pengelola perpustakaan desa terbaik di Sulawesi Selatan.

Dalam sektor infrastruktur, pembangunan jalan beton sepanjang 1,5 km di Dusun Jampue, Kecamatan Mallawa, serta pembangunan jalan sepanjang 17 km di Desa Tellu Penuae, menunjukkan upaya nyata dalam meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat.

Keberhasilan-keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan prinsip Chaidir Syam yang menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi. Seperti yang beliau tulis dalam bukunya, “Saya menulis buku ini juga sebagai satu titik perenungan. Apa saja yang sudah tercapai. Apa saja yang masih menggantung sebagai mimpi.” Buku “Mencintai Maros Tanpa Batas” bukan sekedar dokumentasi capaian, namun juga inspirasi bagi kita semua. Ia mengajarkan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah yang dihapuskan pada cinta, refleksi, dan komitmen untuk terus belajar dan berinovasi.**( rilis/BNN)

 

 

 

 

 

Leave a Response