Kolom Sosial Politik

DADA ROSADA Namanya Tak Pernah Meredup

253views

 

Oleh Ridhazia

Alhamdulillah, Pak Haji Dada Rosada mendapat anugerah panjang umur. Walikota Bandung (2003-2013) masih merayakan ulangtahun ke 78 tahun dalam keadaan sehat lahir batin.

Relasi Pribadi

Secara pribadi, saya mengenal Pak Dada sejak masih sebagai Kepala Bagian Perekonomian (1988-1992). Itu pun dalam kapasitas saya sebagai jurnalis yang ditugaskan di Pemda Kota Bandung.

Perkenalan berikutnya melalui pemberitaan media saja. Nama dia seakan tak pernah meredup. Selain karena prestasi dan juga kontroversi.

Sebagai pegawai negeri yang pensiun pada 1 Mei 2003, karirnya Dada Rosada terbilang cemerlang. Demikian juga ketika menjadi politisi.

Posisi yang strategis pertama yang bergengsi ketika menjadi anggota MPR-RI (1987-1992). Selanjutnya sebagaiWalikota Bandung (2003-2013)

Catatan saya tentang karir PNS dimulai dari lapisan terbawah. Berawal sejak menjadi Kabag Perekonomian (1988-1992) ia menaiki tangga karir signifikan. Terutama ketika menjadi Kadispenda (1992-1998), lalu menjadi Pembantu Walikota di Bojonagara (1998 – 2000), lantas diangkat menjadi Sekda Sekretaris Daerah Kota, Bandung (2000- 2002).

Kontroversi

Menjadi politisi itu seperti menaiki tebing yang terjal. Penuh tantangan, dan harus bersedia untuk menerima resiko jatuh.

Kalau tidak terkapar dengan luka politik menganga yang tak mudah disembuhkan. Mungkin menyisakan trauma berkepanjanga.

Demikian juga dengan karir politik Dada Rosada sejak 1 Juli 2013 ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait dugaan suap hakim Setyabudi Tedjocahyono. Selanjutnya diadili dan dihukum.

Tidak Meredup

Tapi nama Dada Rosada dalam kontroversi politik itu tidak meredup. Ia masih menjadi tokoh sekaligus pribadi yang mendapat porsi pemberitaan positif. Berbanding terbalik dengan walikota Bandung lain yang tenggelam dalam waktu yang singkat.

Diduga hal itu terkait dengan kepribadian Dada Rosada. Sepanjang yang saya kenal — terakhir ketika bertemu di GBLA masih dalam kapasitas Walikota Bandung — masih seperti ketika pertama kali bertemu sebagai Kabag perekonomian.

Ia masih familiar. Barangkali sifat itu yang menyebabkan tangguh dalam badai kontroversi politik yang dialaminya.

Bingkai Studi Psikologi

Dalam bingkai studi psikologi, tipe Dada Rosada itu dikelompokkan sebagai tipe sosial. Ia lebih mengedepankan relasi baik dengan orang lain dan menyukai kerjasama.

Lebih melihat masalah dari perspektif interaksi antarmanusia. Ketimbang memilih berhadapan apalagi bermusuhan.

Ia tipe yang menekankan pencapaian (Achievement-Oriented Type) yang tetap mengedepankan kemampuan beradaptasi dan bekerja dalam tim.

Berbanding terbalik dengan tipe individualistik yang lebih fokus pada pencapaian pribadi dan prestasi individu yang rerata abai pada relasi sosial.

Berteman seperlunya saja sebatas untuk mendukung orientasi kesuksesan pribadi saja. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.,

Leave a Response