Bandung, BANDUNGPOS.ID – Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat Hary Susanto merasa bersyukur sebab satu hal yang selama ini menjadi angan-angannya kini terwujud, yakni kepemilikan Sekretariat NPCI Jabar yang berlokasi di Jalan Tanjung Sari Raya, Antapani Kota Bandung.
“Alhamdulilah dengan kerja keras pengurus selama satu tahun kepengurusan saya, bangunan sekretariat yang sudah lama saya inginkan, akhirnya terwujud, dan ini sudah menjadi hak milik NPCI Jabar” ujar Hary pada acara Silaturahmi dan halal Bil Halal dengan taglen “Jalin Tali Silaturahmi, Wujudkan NPCI Ngahiji Menuju Jabar Kahiji” di sekretariat NPCI Jabar yang baru di Jalan Tanjung Sari Raya, Antapani Kota Bandung, Selasa (15/4/2025).
Bangunan diatas lahan seluas 650 meter persegi ini menurut Hary terwujud lantaran adanya sinergitas kontribusi dari berbagai pihak, khususnya atlet dan pelatih dilingkup NPCI Jabar hingga terkumpul dana lebih dari Rp.5 miliar.
“Pembelian secara cash ini terhitung pesca gelaran Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Solo, Oktober tahun lalu. Awalnya kitapun memiliki anggaran, namun nominal untuk pembelian bangunan sekretariat ini rasanya belum mencukupi,” ujar Hary.
Kedepan – lanjut Hary, sekretariat akan dibangun menjadi tiga lantai dengan berbagai fasilitas yang refresentatif, misalnya pembanguan ruang rapat, ruang bidang-bidang, mess tempat singgah atlet , sarana fitness, mushola, akses disabilitas serta café.
“Ini sekretariat disabilitas, otomatis sarana yang nanti dibangunpun harus ramah disablitas. Untuk pembangunan dengan berbagai sarana didalamnya tentu membutuhkan anggaran yang tak sedikit, untuk itu kami berharap ada dana CSR dari berbagai pihak yang membantu. Kami inginnya tahun ini pembangunan dengan berbagai fasilitas baru didalamnya sudah bisa dimulai, dan selesai tahun ini juga ,” tutur Hary.
Disinggung program NPCI Jabar ditahun 2025 Hary mengatakan, program yang paling besar tentunya penyelenggaraan Pekan Paralympic Daerah (Peparda) yang akan digelar tahun depan. Sebelumnya NPCI Jabar sudah sowan ke Kabupaten Indramayu sebagai calon tuan rumah Peparda 2026.
“Mereka (kab. Indramayu) sudah siap menjadi tuan rumah dan kini sedang menunggu surat penunjukan dari Pemprov Jabar secara tertulis kaitannya dengan persiapan dan kesiapan sebagai penyelenggara Peparda 2026,” ungkap Hary.
Disisi lain Hary pun menyinggung Kota Bandung yang juga ingin menjadi penyelenggara Peparda 2026.
“Tentu kita apresiasi keinginan Kota Bandung tersebut dan sah-sah saja jika berkeinginan menjadi tuan rumah Peparda 2026. Kalau misalnya Kabupaten Indramayu sudah tidak sanggup maka tentu Kota Bandung sangat berpeluang menjadi tuan rumah Peparda 2026. Besok (Rabu 16 April) rencananya NPCI Kota Bandung akan beraudiensi dengan NPCI Jabar terkait tuan rumah Peparda 2026,”tutur Hary.
Hary mengatakan, pada prinsipnya NPCI Jabar menghargai proses yang sudah berjalan. Artinya ketika Kabupaten Indramayu lebih awal mengajukan diri sebagai tuan rumah Peparda 2026 tentu proses proseduralnya akan dikali lebih awal secara normatif sesuai tatanan yang berlaku sebagai tuan rumah Peparda 2026.
Finalisasi penunjukan sebagai tuan rumah Peparda 2026 harus segera dilakukan karena menurut Hary pada bulan Mei 2025 Sistem Informasi Pemerintahan daerah (SIPD) harus sudah masuk ditahun ini untuk pengajuan anggaran.
“Penyelenggaraan Peparda sendiri sesudah dilaksanakan Porprov. Artinya Peparda akan digelar pada awal Desember 2026 karena laporan penyelengaraan akan dilakukan diakhir Desember 2026. Sementara penunjukan tuan rumah Peparda 2026 akan dilakukan oleh Pemprov Jabar,” ujar Hary.
Ditempat yang sama, Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno menyatakan kesiapannya jika Kabupaten Indramayu ditunjuk menjadi tuan rumah Peparda 2026. Bahkan Yitno – panggilan akrabnya, dengan tegas mengatakan Kabupaten Indramayu sudah siap 98 persen menjadi tuan rumah Peparda.
“Kita 98 persen siap apalagi Pak Bupati Lucky Hakim sangat antusias banget menjadi tuan rumah. Ketika menjadi tuan rumah semua fasilitas harus sudah siap. Saya ucapkan terima kasih kepada ketua umum NPCI Jabar yang sangat mendukung dan memperhatikan semua kota/kabupaten yang fasilitas dan sarana olahraganya belum memenuhi standar disabilitas,” ujar Yitno.
Yitno berharap NPCI Jabar konsisten mendukung NPCI kota/kabupaten di Jabar dalam membangun fasilitas olahraga disabilitas yang refresentatif. Berbicara tentang ketersediaan hotel di Indramayu untuk penginapan para atlet Peparda, Yitno mengatakan sudah siap.
“Pak Bupati sejauh sangat memperhatikan prestasi atlet disabilitas Indramayu. Dan perlu diketahui, pada tahun 2003 ketika masih bernama Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) kabupaten Indramayu adalah tuan rumah pertama penyelengaraan Peparda , artinya ini adalah sejarah. Nah pada tahun 2026 Kabupaten Indramayu akan kembali menjadi tuan rumah, artinya sejarah terulang. Tentu semuanya harus lebih baik, apakah itu dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi atletnya,” papar Yitno. (den)





