Olahraga

Refleksi NPCI Kota Bandung 2024, Dari Mulai Regerasi, Klasifikasi, Mutasi hingga Seleksi

550views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Berbagai program di tahun 2024 serta rencana kerja di tahun 2025 menjadi bahasan utama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung. Semua topik aktual tersebut dibahas dalam  format podcast antara Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan bersama RRI Bandung di Jalan Diponegoro, Senin (30/12/2024).

“Terkait program ditahun 2024 telah kita laksanakan semua. Alhamdulilah hasilnya baik. Dilingkup Jawa Barat prestasinya juga termasuk yang terbaik . Di event Peparnas kemarinpun, atlet dan medali emasnya juga terbanyak,” ujar  Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan.

Akan halnya ditahun 2025 Yadi menegaskan bakal dilaksanakan pendataan atlet. Hal ini erat kaitannya dengan pembentukan kontingen NPCI Kota Bandung menyongsong Pekan Paralympic Daerah (Peparda) 2026.

“Kita akan utamakan atlet-atlet muda dalam upaya regenerasi. Disektor atlet muda ini kita berdayakan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) kemudian atlet produk dari Pekan Paralympik Pelajar Piala Gubernur. Semua akan kita data, Atlet berprestasi akan kita bina guna memberi kontribusi bagi NPCI Kota Bandung,” tutur Yadi.

Dalam data base NPCI Kota Bandung – ungkap Yadi, ada sekitar 500 lebih atlet yang dimiliki NPCI Kota Bandung. Sementara ditahun 2024 ada 200 atlet yang dibina. Dari jumlah 200 atlet tersebut yang masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) ada diangka 96 atlet.

Adapun kolaborasi atlet yang masuk Pelatda Peparda, 30 persen diantaranya atlet junior dan 70 persen atlet senior.

“Kita memberi kesempatan kepada atlet junior guna memberi jam terbang bertanding. Kesempatan yang diberikan ini diharapkan menjadi motivasi untuk mewujudkan prestasi. Ditahun 2025 NPCI Kota Bandung segera running. Pondasi utamanya tentu disiplin, menyusul kemudian motivasi yang kuat serta penguatan program dari pelatih,” ujar Yadi.

Yadi mengatakan, menyongsong gelaran Peparda 2026 bakal ada tiga kali seleksi. Diakhir Desember 2025 akan dibentuk tim inti hasil seleksi. Sementara di awal tahun 2026 NPCI Kota Bandung tetap akan mengadakan sistem promosi – degradasi.

“Jadi atlet yang sudah lolos seleksipun belum tentu aman tampil di Peparda. Artinya masih terbuka peluang bagi atlet yang tidak lolos seleksi tampil di Peparda. Dengan catatan limit waktu – misalnya, lebih baik diantara atlet yang tak lolos seleksi. Ini semua bisa berubah sebelum NPCI Jabar memberi data valid menyangkut kelolosan atlet seleksi,” kata Yadi.

Yadipun mengulas permasalahan klasifikasi dan mutasi atlet. Menurutnya, soal klasifikasi sudah dipaparkan dasar-dasarnya, misalnya menyangkut jenis kecacatan. Selain ditekankan pula bagi semua koordinator cabor memahami hal itu.

“Apabila dilapangan terjadi kerancuan atau kejanggalan, kita bisa beragumen. Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar Peparda 2026 jelas tata aturannya menyangkut klasifikasi atlet,” tegas Yadi.

Terkait mutasi atlet, pihaknya (NPCI Kota Bandung) telah menekankan sekaligus mengusulkan kepada NPCI Jabar supaya lebih diperjelas aturan mainnya. Seandainya permasalahan mutasi atlet ini masih abu-abu, tidak ada kejelasan dan ketegasan, dikhawatirkan akan dimanfaatkan pengcab-pengcab tertentu.

“Insya Allah NPCI Kota Bandung mah akan taat aturan (soal mutasi atlet). Kita akan lurus-lurus saja terhadap peraturan yang ada. Kalau mutasi menyangkut kepindahan domisili kemudian faktor sekolah atau pekerjaan, saya kira sah-sah saja,” ujar Yadi.

Topik bahasan akhirnya bermuara ke soal tuan rumah Peparda 2026. Disisi ini Yadi menegaskan kesiapan Kota Bandung menjadi tuan rumah Peparda 2026. Dan sinyal untuk itu (tuan rumah peparda 2026) telah pula diberikan Dispora Kota Bandung, termasuk juga sinyal dari NPCI Jabar.

“Bahkan sebulan lalu saya bertemu dengan Ketua DPRD Kota Bandung. Pada prinsipnya DPRD pun –lewat ketuanya Pak Asep Mulyadi, mendukung keinginan kota Bandung menjadi tuan rumah Peparda 2026. Kedepan, saya ingin beraudensi dengan Walikota Bandung terpilih, Farhan, membahas kesiapan kota Bandung menjadi tuan rumah Peparda 2026,”.

Dipenghujung refleksi menyangkut eksistensi NPCI Kota Bandung ditahun 2024, Yadi mengucapkan terimakasih kepada semua stake holder di Kota Bandung, terutuma pemerintahan kota Bandung, baik itu DPRD di komisi D, Pj. Walikota, Sekda, Kadispora juga media yang selama ini telah memberi atensi dan motivasi guna mendorong NPCI Kota Bandung tetap berada dilingkaran prestasi yang mumpuni. (den)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response