Nasional

30 Orang Asli Papua Belajar Budidaya Ikan di Subang

1.2kviews

 

SUBANG, BANDUNGOPOS.ID (30/4/2024). Sedikitnya ada 30 orang asli Papua (OAP) mengikuti program pemberdayaan kewirausahaan di Subang, tepatnya di Pandawa Farm and Fisheries, Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Subang. Pelatihan tersebut diadakan selama 10 hari, dimulai 29 Juli hingga 8 Agustus 2024.

Pandawa Farm and Fisheries Subang, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Tengah mengadakan pelatihan budidaya ikan dengan metode bioflok.

Menurut Dian Kustiadi, pihak penyelenggara dan pemilik Pandawa Farm and Fisheries Subang, pelatihan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat Papua, khususnya arang Papua asli (OAP).

Menurut Dian, budidaya ikan dengan teknologi bioflok adalah pilihan tepat. “Budidaya ikan dengan metode bioflok ini dapat menghemat biaya operasional, efisiensi pakan, dan penggunaan air yang lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan. Dengan sistem bioflok, tidak perlu sering mengganti air atau hanya sedikit mengganti air, sehingga biosecurity tetap terjaga. Limbah seperti kotoran ikan, alga, sisa pakan, dan amonia didaur ulang menjadi makanan alami berprotein tinggi,” ujarnya kepada awak media termasuk dari Bandung Pos.

Acara pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Tengah, Gunawan Iskandar di Sawala Ageung, Laska Hotel, Senin 29 Juli 2024.

Pada kesempatan itu Gunawan Iskandar, merasa optimis bahwa pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi warganya. “Kami dari Provinsi Papua Tengah yang merupakan daerah otonomi baru, ingin mengembangkan masyarakat transmigrasi agar bisa lebih berkembang dengan peningkatan SDM melalui pelatihan kewirausahaan. Para peserta bisa mengadopsi teknologi budidaya yang ada agar dapat memaksimalkan sumber daya yang ada di Papua,” tuturnya.

Dalam acara pembukaan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Subang seperti Kabid Perikanan Kabupaten Subang yang diwakili oleh Adriana, Kepala BLK Disnakertrans Ucu Kuswandi, dan Ketua Kadin Subang Ir. H. Agus Prabanto.

Selama 10 hari ke depan, para peserta akan mendapatkan pelatihan budidaya perikanan dengan metode bioflok, pertanian, dan peternakan budidaya ayam petelur. Pihak penyelenggara dan peserta yakin bahwa dengan pendampingan dan edukasi yang lebih intens, mereka bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Seperti diketahui Papua Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia bagian Timur yang telah dimekarkan dari provinsi Papua pada tahun 2022. Ibu kota provinsi ini berada di Kabupaten Nabire, tepatnya berada di Wanggar. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk Papua Tengah sebanyak 1.362.519 jiwa (kin samubary).

Leave a Response