Bandung BANDUNGPOS.ID – Usai sudah Kejuaraan daerah (Kejurda) Gulat Putra dan Putri antar Kelompok Usia (KU) yang digelar selama dua hari, 29-30 Juni 2023 di Gedung Gulat Komplek GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung.
Gelaran ini terbilang sukses. Apalagi Kota Bandung sebagai tempat penyelenggara menempati peringkat pertama sebagai daerah peraih medali tersubur di masing-masing kategori.
Dari 350 peserta yang tampil telah terdistribusikan 50 medali emas, 50 perak dan 100 perunggu bagi para juara di masing-masing ketegori dan kelas yang dipertandingkan KU-10, 12, 14, 16, dan 20 tahun.
Pada hari pamungkas, Minggu (30/6/2024), Kota Bandung berhasil meraup 12 medali emas, 8 perak dan 16 perunggu. Sementara 15 kelas lainnya urung berkalungkan medali.
Tampilnya Kontingen DKI Jakarta sebagai undangan khusus pada Kejurda tahun ini seolah terbaca peta kekuatan bagi Pengprov PGSI Jawa Barat sebagai penyelenggara.
Pasalnya, dengan memborong 13 medali emas di KU-20 baik Free Style, Greco Roman maupun KU-20 kategori putri, DKI Jakarta diprediksi bakal menjadi pesaing berat cabang olahraga gulat bagi Jawa Barat di masa mendatang.
Secara keseluruhan, Kontingen DKI Jakarta berhasil membawa pulang 13 medali emas dan 42 perak dari Kejurda Gulat Antar KU yang memperebutkan medali dan piagam tersebut.
“Persoalannya bukan menyangkut siapa Pengcab dan pegulat Jabar yang berhasil memperoleh medali terbanyak dari hasil Kejurda ini, namun justru dengan Kejurda tersebut membuka mata bagi kita dengan kehadiran DKI Jakarta dimana mereka sangat dominan di KU-20, semua harus membuka mata bahwa di cabang gulat saja, saya pestikan DKI Jakarta akan menjadi pesaing kita di masa mendatang, inilah yang kami serap dari hasil Kejurda kali ini ,” ujar Ketua Umum Pengpriov PGSI Jawa Barat, H. Yoko Anggasurya disaat pertandingan usai, Minggu (30/6/2024).
Memang kehadiran DKI Jakarta di Kejurda Gulat yang ketiga diselenggarakan Pengprov PGSI Jawa Barat, sedikit mengherankan mengingat kejuaraan sendiri bertitel Kejurda yang dikhususkan bagi selurih Pengcab di Jawa Barat.
“Itulah tujuan kami, DKI Jakarta sengaja kita undang untuk mengikuti Kejurda yang kami selenggarakan, dimana akhirnya kami dapat menyaksikan langsung pegulat – pegulat hasil binaan mereka. Jlas ini menjadi PR kita dan kita patut mengevaluasinya,” ungkap Yoko.
Akan halnya bagi DKI Jakarta, Kejurda ini justru menjadi sebuah keuntungan. Disaat para pegulatnya minim bertarung, disisi lain Pengprov PGSI Jawa Barat memberi ruang untuk ikut serta di Kejurda sebagai peserta undangan.
Karuan, kesempatan tersebut tidak disia-siakan dan dimanfaatkan betul oleh Pengprov PGSI DKI Jakarta dengan memboyong sedikitnya 15 para pegulat muda.
“Sebelumnya ucapkan terima kasih kepada Ketua Pengprov PGSI Jabar Pak Haji Yoko atas undangan ini. Kita hadir disini bukan untuk mencari sensasi tapi kami hadir untuk belajar dan Bersama-sama, menjalin persaudaraan dan persatuan. Kejurda ini sangat bagus bagi kami, karena anak-anak binaan kita butuh jam terbang dan menambah pengalaman,” ucap Ofisial Tim DKI Jakarta, Anthoni TR.
Menurutnya, perkembangan olahraga gulat di Jawa Barat juga mengalami kemajuan pesat. Secara keseluruhan – ujar Anthoni, olahraga gulat di Jawa Barat memiliki potensi besar dan prospek yang sangat bagus jika dilihat dari hasil akhir Kejurda.
“Yang paling mencolok strukturnya berbeda dengan DKI, di DKI hanya ada lima wilayah, sementara di Jabar sangat banyak hingga 27 kota dan kabupaten. Dengan fakta itu jelas potensi Jabar sangat besar dan kami yakin Jabar memiliki banyak talenta-talenta muda yang bisa digali ke depannya,” tutur Anthoni.
Anthon mengucapkan terimakasih kepada Pengprov PGI Jabar yang telah mengundang tim gulat DKI Jaya untuk tampil di Kejurda. Dalam penilaiannya, cabor gulat Jabar akan mewarnai peta kekuatan nasional dimasa yang akan datang. (den)





