Bandung, BANDUNGPOS.ID – Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI) Jabar Arief Prayitno mengagendakan beberapa kegiatan dalam waktu dekat ini. Agenda yang pertama adalah melaksanakan try out sekaligus mengikuti turnamen layar di Pakistan.
“Yang mengikuti turnamen sekaligus try out ke Pakistan tadinya ada 4 atlet atas nama Jatmiko, Syamsul dan pelatih Suhendi. Tadinya atlet layar putri Mita ikut serta tapi karena alasan usia, pihak di Pakistan menolaknya. Karena ini merupakan regulasi mereka, tentu harus kita terima,” ujar Arief di Gedung KONI Jabar Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (16/5/2024).
Agenda selanjutnya – tutur Arief, adalah mengirim atlet putri Kahya ke Jepang untuk ikut kejuaraan nomor IQ Foil, sementara atlet yang lainnya tetap berlatih disini.
“Selanjutnya atlet layar Jabar akan ikut Kejurnas di National Sailing Center (NSC), Ancol, Jakarta Utara yang akan dilaksanakan mlai 21 sampai 23 Mei 2024. Jadi try out Polasi Jabar itu ada dua, try out didalam negeri dan luar negeri,” ujar Arief.
Pada kesempatan itu Arief pun menyinggung soal anggaran. Menurutnya, anggaran yang diterima Porlasi Jabar sebesar Rp.200 juta dari KONI Jabar, benar-benar dimanfaatkan untuk try out ke Pakistan dan Jepang. Sementara itu usai Kejurnas dilanjut ke tukic di Anyer. Baru setelah itu fokus ke persiapan PON XXI dimana cabor layar akan digelar di Provinsi Aceh.
Sebanyak 6 atlet layar Jabar akan tampil di Kejurnas, masing-masing atas nama Sujatmiko, Syamsul, Juliono Wibowo, Kahea, Mita dan Silvi. Sementara pelatih 2 orang atas nama Suhendi, Subakti dan mekanik atas nama Samad. Tim layar Jabar membidik 2 keping emas di Kejurnas. 2 emas pula yang menjadi target cabor layar Jabar di gelaran PON XXI/2024.
“Soal pengadaan perahu dan alat lainnya, sesuai dukungan dari KONI Jabar, kita manfaatkan untuk kebutuhan yang tidak dipilih oleh Porlasi, contohnya IQ Foil dan techno plus yang harus beli. Nah selebihnya adalah melengkapi perahu-perahu yang ada seperti misalnya laser, optimis dan double handed,” ujar Arief.
Menurut Arief yang juga Ketua Harian KONI Jabar, perahunya memang ada akan tetapi tiang dan layarnya dalam kondisi rusak, jadi otomatis harus membeli baru. Meski demikian anggaran Porlasi yang diterima dari KONI Jabar harus digunakan seefisien mungkin.
“Alatnya sendiri didatangkan dari Singapura dan Jepang. Jadi Kahya yang tampil di Jepang itu bisa sekalian mengambil peralatan yang telah dipesan sebelumnya,” ujar Arief. (den)





