Bandung, BANDUNGPOS.ID – Untuk yang keduakalinya KONI Jabar menggelar. Yang pertama adalah kemitraan dengan kementrian Ketenagakerjaan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu. Dan kini dengan BRI Cabang pembantu Dago.
Ketua Umum KONi Jabar HM Budiana menyambut baik gelaran pelatihan kewirausahaan atlet dan pelatih dilingkup KONi Jabar. Menurutnya lewat kegiatan ini masa depan atlet dan pelatih tak lagi suram ketika mereka sudah purna tugas, baik sebagai atlet maupun pelatih.
“Melalui Wakil Ketua V KONI Jabar Pak Aan Johana kegiatan ini terlaksana. Dan saya dalam kapasitas sebagai Ketua Umum KONI Jabar tentunya sangat mendukung kegiatan pelatihan kewirausahaan ini. Bagaimanapun masa depan atlet maupun pelatih harus tetap kita perhatikan dan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap mereka,” tutur Budiana pada acara pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Alet dan Pelatih KONI Jabar di BRI Work Unpar jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Kamis (16/5/2024). Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Dispora Jabar serta BRI Cabang Pembantu Dago
Budiana mengatakan, agenda rutin KONI Jabar khususnya kerjasama yang menjadi tugas Wakil Ketua V KONI Jabar tentu akan berkelanjutan diwaktu yang akan datang. Tidak hanya dengan Kementrian Ketenagakerjaan, OJK maupun BRI, namun terbuka dengan pihak-pihak lain.
“Intinya, ketika kerjasama itu terjalin harus bermanfaat untuk atlet maupun pelatih. Saya tak ingin ada kabar mantan atlet maupun pelatih yang pernah mengharumkan nama Jabar di level nasional maupun internasional terpuruk dihari tuanya. Nah lewat kerjasama Pelatihan Kewirausahaan dengan BRI Cabang Pembantu Dago ini minimal ada pencerahan disaat atlet dan pelatih sudah tak aktif lagi,” ungkap Budiana.
Sementara itu Wakil Ketua V KONI Jabar Aan Johana yang membidangi kerjasama antar lembaga mengatakan, sasaran pelatihan kewirausahaan dengan OJK atau yang pertama adalah atlet dan pelatih yang masih aktif. Hasilnya menurut Aan cukup berhasil meski disisi lain belum ada laporan yang detail.
“Pak Andre sebagai pelaksana belum melaporkan secara detail. Meski demikian ada beberapa yang akan didampingi dan diberikan permodalan untuk usaha selanjutnya. Mereka memanfaatkan ilmu yang didapatnya. Diantara mereka ada yang diambil untuk kemudian dibina karena atlet tersebut dinilai berpotensi untuk mengembangkan usahanya,” ujar Aan.
Menurut Aan pada kegiatan yang pertama tidak menggunakan dana dari KONI karena ada bantuan dari pihak luar. Untuk kegiatan yang kedua – lewat pengarahan dari Ketua Umum KONI Jabar, BRI memberi dukunga penuh.
“Pada kegiatan kedua ini, meski hanya diikuti 30 orang atlet dan pelatih, saya berharap segi kualitatif bisa lebih baik. Dan sasarannya adalah atlet dan pelatih yang sudah purna. Ini adalah bantuk apresiasi KONI Jabar kepada mereka tentang arti sebuah kepedulian,” kata Aan.
Aan menuturkan, kegiatan ini adalah salah satu upaya dari KONI Jabar untuk mensejahterakan atlet maupun pelatih yang sudah purna tetapi tidak mengganggu anggaran KONI Jabar karena lebih fokus ke pembinaan.
“Insya Allah sampai akhir masa bakti kita secara bergilir kita akan memberi kesempatan kepada atlet maupun pelatih dan mantan atlet maupun pelatih yang sudah berkontribusi bagi Jabar untuk kita upayakan terjamin masa depannya. Ini persoalan klasik ketika atlet dan pelatih sudah purna, tak ada lagi yang memperhatikan,” ungkap Aan.
Aan berharap kedepan tak ada lagi mantan atlet dan pelatih Jabar yang kehidupannya memprihatinkan. Untuk itulah KONI Jabar selalu mencari peluang bekerjasama dengan institusi guna memberi dukungan kepada KONI Jabar menyangkut kehidupan mantan atlet dan pelatih dihari tuanya. (den)





