Bandung Raya

Telkom dan Tel-U Perkuat Akses Air Bersih serta Pengelolaan Sampah di Cileunyi Wetan

32views

KAB. BANDUNG, bandungpos.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya diwujudkan dengan pembangunan sarana air bersih bagi warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga.

Perkembangan pembangunan sarana air bersih tersebut turut dipantau oleh SDGs Center Telkom University melalui kegiatan kunjungan lapangan pada Jumat (4/9). Tim melakukan peninjauan secara langsung untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan fasilitas yang disiapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Dalam monitoring tersebut, tim mengevaluasi perkembangan pekerjaan sekaligus melihat kondisi sarana yang tengah dibangun. Kelayakan dan kesiapan fasilitas menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan agar sarana air bersih nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setelah pembangunan rampung.

Kegiatan monitoring kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Pemerintah Desa Cileunyi Wetan dan tim pelaksana di lapangan. Pertemuan membahas progres pembangunan, berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk memastikan fasilitas dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, Telkom Indonesia tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Sarana air bersih yang dibangun diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Cileunyi Wetan sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tel-U Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Selain persoalan akses air bersih, masyarakat Desa Cileunyi Wetan juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa timbulan sampah dari lima RW mencapai sekitar 600 kilogram per hari.

Besarnya volume sampah tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk kawasan TPS3R dan lingkungan permukiman warga.

Untuk merespons persoalan tersebut, Telkom University melalui SDGs Center mengembangkan program Waste Management berbasis kearifan lokal Sunda, yaitu “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”. Program tersebut menggunakan pendekatan Design Thinking dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pencarian hingga penerapan solusi.

Konsep Silih Asih diterapkan melalui penguatan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Sementara Silih Asah diwujudkan dalam bentuk edukasi dan peningkatan kapasitas warga dalam mengelola sampah. Adapun Silih Asuh diarahkan pada pembangunan sistem pengelolaan sampah yang saling mendukung, menjaga, dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tahapan program dimulai melalui observasi dan wawancara untuk memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam diskusi dan workshop untuk merumuskan persoalan sekaligus mencari alternatif solusi yang sesuai dengan kondisi desa.

Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program, tetapi juga dilibatkan dalam proses perancangan hingga pengoperasian sistem pengelolaan sampah. Dalam pelaksanaannya, dosen dan mahasiswa Telkom University berperan sebagai fasilitator, sedangkan perangkat desa mendukung integrasi program dengan agenda pembangunan di tingkat desa.

Program Waste Management tersebut dirancang berlangsung selama enam bulan. Tahapannya meliputi pemetaan dan penguatan empati, sintesis masalah dan pengembangan gagasan, pembangunan serta uji coba purwarupa, hingga tahap refleksi program.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Saat ini, pelaksanaan program telah memasuki tahap akhir pembangunan TPS3R. Sebelumnya, kegiatan sosialisasi telah dilakukan dan memperoleh respons positif dari masyarakat setempat.

Namun, program tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas dan sistem yang telah dibangun.

Melalui kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, pemerintah desa, dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan mandiri di Cileunyi Wetan.

Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya di Desa Cileunyi Wetan, tetapi juga berpotensi menjadi model pengelolaan lingkungan yang dapat dikembangkan di wilayah Bandung Raya.(askur/nmn)***

Leave a Response